Minggu, 12 Mei 2024

Pekan depan dah berhaji

 Ga terasa sepekan lagi kami masuk asrama dan selasanya dah ke Jeddah. 


Aku samperin orang orang yang aku rasa ada dosa ke mereka. 


Ya Allaah.. mudahkanlah ibadah haji kami. Sehat sehat, lancar semua urusan, dan dapat meraih haji dan Hajjah mabrur mabrurah. Aamiin.




Sabtu, 02 Maret 2024

Pernikahan indah itu... kita berdua yang mrnciptakan

 Perniikahan di mana pun dan dengan siapa pun, kita berdua yang menciptakan. Suami dan istri. Apakah itu melalui pacaran atau dijodohkan. Kenapa? Karena yang menjalani itu kita. Suami istri.





Aku tahu apa mau mu karena kita sering bertukat pendapat dan berdiskusi bersama menjelang tidur. Engkau tahu mau ku karena aku juga sering bercerita senang sedihku pada mu. Dan aku kamu daling merespon.



Tsk ada yang perlu ditutupi. Kita saling menghargai dan menyayangi. Kita saling peduli, pun dengan ayah ibu dan saudara kita. Engkau dan aku. 



 Tak perlu aku kasaih tahu berapa lagi kurang uang belanja, apa saja perluku dan apa yang engkau butuhkan. Termasuk snak anak kita.



Setiap engkau  atau aku di luar rumah, kita saling bertelpon atau video call bertanya kabar juga tentang anak anak. 



Di rumah.. tugas mrndidik anak itu kita berdua. Berdua. Dampai radanya bestie banget rasanya.



Kita memikirkan tentang masa depan. Masa depan kita dan anak anak. Kita selalu merindukan anak anak saat mereka sedang ikut neneknya ke luar kota. 


Kita merancang tentang krhidupan kita dan anak anak. Semua dan semua kita fikirkan bersama. Dan aku kamu selalu saling merindu.



Ah.. indahnya pernikahan itu



Sabtu, 1 maret 2024

Jam 8.25

Jumat, 12 Januari 2024

Akhir hidup yang indah

 Obrienta, beliau yang selalu jelek di mata istri, anak bahkan keluarga besarnya kini sudah tenang di sisi Allaah. Tak merasakan sakit hati, kesendirian, tak raskaan sakit yang menusuk di dada dan lambung, tak seperti pengemis lagi meminta minta uang bulanan tak seberapa untuk sesuap nasi.




Baginya di rumah ada beras dan kecap aja sudah alhamdulillah. Ya Allaah... menuliskan ini aku menangis. 


Dia yang dulu kaya berkecukupan , semua diambil Allaah. Tak ada harta apa pun. Rumah, mobil, ga ungan, sepeda motor, semua tak ada.hanya baju. Bahkan perabotannya pun dia jual.




Entah ujian Allaah untuk menebus dosa ya di masa lalu, atau apa, aku gak tau. Hanya Allaah yang tahu 



Beberapa hari sebelum meninggal dia berkata bhawa dia ingin pulang. Dia ingin berobat. Karna saudaranya tak ada yang percaya dan tak peduli padanya. Kukatakan kalo dia pulang, ntr dari rumah sakit mau kemana? Sementara istri dan anak sudah tak peduli.  Mending dj sini ada sodara. Dan dia pun terdiam. 



Akhir akhir ini dia yang sudah tak gampang lagi tersinggung dan marah, yang sudah berusaha menjaga lisannya untuk tidak menceritakan orang lain atau apa pun,  kini sudah berada di sebaik tempat di sisi allaah.insyaallaah. allahumma amiin.



Dia meninggal di masjid, setelah bercengkrama dengan jamaah masjid sambil menunggu waktu isya tiba,. Tak lama adzan berkumandang ,dia merasakan sakit unntuk keluarkan sendawa yang tak kunjung keluar beberapa hari ini.



Wajahnya tersenyum. Bibirnya nampak seperti tersenyum. Tanpa rasasakit . Tapi wajah orang tersenyum.


Akhir hiduo yang indah saat mau beribadah di rumah allaah lagi. Insyaallaah husnul khatimah ya obrienta.aamiin yra.


Allaahumma firlahu warhamhu waafihi wafuanhu.


Alfatiha utk obrienta.