Sabtu, 15 Oktober 2016

HBD To Me...

Hy.. happy birthday to me 37 years old tomorrow.

yap.. Besok adalah hari ulang tahun sekaligus hari pernikahan saya.

Saya besok menikah. Menikah dg seorang pria yang saya tak kenal satu sama lain. Modalnya adalah bismillahi tawakkaltu alallah.. itu saja.


Rasa cinta belum ada. Suka juga tidak. Tapi bukan benci. Modalnya bakal mencintai karena Allaah.


Saya perempuan. Dominan perasaan. Saya baik. Hemat. Tapi tak pelit. Saya perhatian dan dominan cooling down ga gampang marah. Dominan lebih banyak mengalah dan ga suka ngotot. Ntar calon suami saya gimana ya?


Sepertinya saya harus buat MoU dengan dia. Sebab katanya pria itu baik dan ada maunya di 3 bulan  pertama.

Wajahnya nampak keras. Tapi di pas foto ga begitu sih..


saya harus buat kesepakatan dengannya dna harus ditulis. Kalau boleh ditempel. Walau kelak sebagai istri saya harus punya prinsip. Harus punya jatidiri.


Ah.. bagaimana cara memulai kesepakatan itu?  Saya fikir saya harus mengerahkan kelmahlembutan diri di hadapan suami. Kita lembut tapi punya prinsip.

Banyak sekali cerita yang saya dengar dari orang tentang pernikahan. Tentang suami suami mereka.


Oh ya... membayangkan malam pertama saya takut. Bener! Entahlah. Apa saya bisa terbawa arus dia atau saya jadi kaku dan beku?

Semoga dia bisa "merayu" saya sehingga bisa nengikutibritme nya.


Tentang persiapan baju nikah dan semua??.. entah...berjalan begitu saja. Dia ada dalam doa sayatpi bukan seseorang yang saya suka dan simpatik yang datang, tapi yang ada dalam doa dan saya tak tahu dia.  Saya tak kenal dia. Bukan dia yang saya mau. Tapibsaya akui dia ada dalam doa saya secara garis besarnya. Semoga digaris halusnya dia juga ada dalam doa syaa. Pengertian dan pengertian.   Semoga kami bisa saling mengerti untuk membina pernikahan yang sakinah ma waddah wa rahmah seperti yang dia inginkan dan dia tulis di biodatanya saat berkenalan dengan saya.


Malam pertama kami besok bagaimana ya? Entah lah.   Saya masih takut. Semoga dia bisa hilangkan rasa takut itu dan buat saya bisa tenang menjalani tanpa cemas dan takut. Insyaallaah.


23.21.  15102016. Saturday night

Jumat, 14 Oktober 2016

Mengapa Menikah Identik Dengan Seks?

Mengapa menikah identik dengan seks? 

Setiap orang yang sedang dalam detik detik pernikahan pasti yang ada dalam benaknya adalah malam pertama bersama pendamping hidupnya. 

Yaa.. itu juga ada dalam benak karib kerabat tetangga dan handai taulan yang tahu yanggal pernikahan itu. 


Tapi memang iya sih.. menjelang menikah itubidentik dengan seks. Bagaimana melalui malam pertama dengan suami atau istri. Bagaimana cara memberikan yang terbaik dan menikmatinya.

Dan membayangkan melalui malam dengan orang yang belum kita cintai, dan bukan orang yang kita sukai. Tapi kita tak membencinya. Sebab katanya cinta bisa datang belakangan.

Ga habis fikir aja jika ada wanita belia mau menikahi pria  tua. Bangka. Jelek lagi. Atau gak jelek tapi dia tua. Jauh lebih tua lagi. Entah apa sisi menariknya. Dan apa rasanya memberikan tubuh jiwa dan raga bagi suaminya yang begitu itu. Duhhh... 


Gak kebayang juga jika ada pria muda menikahi wanita tua. Bangka.jelek. kempot. Atau gak musti jelek atau kempot tapi dia tua dan tak menarik. Entahlah. Cuma dia yang tahu. Sebab lelaki itu memilih. Begitu banyak wanita yang bisa dipilih. Entahh...


Ah.. entahlah. Jodoh itu walau pilihan, tapi sudah ditakdirkan Allaah dan kita tak bisa menolak. 

Saat jodoh sudah ditetapkan Allaah maka luruskan niat. Semata mata karena Allaah. Karena menikah itu tujuannya sampai akhirat. Bukan hanya di dunia. Dan dapat meraih kebahagiaan dunia akhirat. Bersama di jannahNya. 


Yang perlu ditanamkan dalam diri bahwa menikah bukan untuk seks saja. Tapi bagaimana mewarnainya dengan kebahagiaan yang dirancang bersama suami atau istri tercinta yang Allaah berikan pada kita. 



Sabtu, 08 Oktober 2016

Tentang Perempuan

Perempuan itu dominan perasaannya yang bermain dan kebanyakan menduga duga.

Yang ada di benak perempuan itu :

" kenapa dia begitu? "
"Kok dia begitu?"
"Apa dia ada masalah? "
" Apa dia marah?"
"Mungkin dia gak suka"
"Bisa jadi dia sudah tak peduli lagi"


Seharusnya ,ah.. gak apa apa. Biasa itu. Nanti juga bisa diselesaikan. Mungkin lagi banyak kerjaan".

Ah.. apa pun itu.. dikomunikasikan saja.


Ah... entahlah...



Rabu, 05 Oktober 2016

Saya Nervous Nih...

Padahal tugas saya hanya menulis nama nama yang akan diundang. Tapi saya nervous banget.. Haid juga belum keluar walau tanda tanda haid sudah ada. Sementara saya gak sholat.


Dada saya berasa senap karena asam lambung yang naik.

ya Allaah...izinkanlah agar semuanya lancar lancar saja dan berkahilah...



Selasa, 04 Oktober 2016

Jodoh Itu Takdir Atau Pilihan?

Jodoh itu pilihan yang Allaah takdirkan. Sebab dengan siapa kita menikah itu kita yang pilih. Dan kita yang pinta. Selebihnya Allaah yang izinkan. Kalau tanpa izin Allaah maka mustahil.


Tapi perlu diingat, apa yang kita pinta insyaallaah pasti diberi Allaah. Antara yakin dan tak yakin itu ya harus yakin. Walau kita tak bisa membayangkan sosoknya paling tidak pantaskan diri dengan pendamping hidup yang seperti apa yang kita inginkan.  Insyaallaah dapat. Kita ingin yang baik baik maka bergaullah dengan orang yang baik baik. Kita berada di lingkungan yang buruk ya bisa jadi dapat yang buruk buruk.

Jangan lupa perbanyak ibadah dan sedekah yang ikhlas. Dan niatnya itu harus bersih dan lurus. Karena sesuatu itu tergantung dari niatnya.

Jika mrnikah karena parasnya maka yang didapat itu paras saja. Sementara menjadi tua itu pasti. Masih banyak yang lebih indah dari pasangan yangmemiliki paras rupawan.


M3nikah karena hartanya maka yang didapat ya hartanya saja. Sementara harta itu tak abadi.


Menikah karena keturunannya maka yang didapat hanya keturunannya saja.

Menikah karena kebutuhan biologis semata juga gak abadi. Sebab stamina juga bakal turun seiring bertambahnya usia. Yang lebih kinclong dan sekai masih banyak di luar. Tapi kok kayak hewan aja ya kalau niatnya begitu?

Menikah karena ingin punya anak maka yang didapat cuma itu. Atau bisa jadi gak dapat. Karena punya anak itu rezeki dari Allaah.

Tapi kalau kita menikah karena niatnya mau beribadah, menggenapkan separuh dien, insyallaah yang lainnya  juga akan Allah berikan. Percaya saja akan janji Allaah. Bahwa Allaah Maha Pengabul doa hambaNya yang meminta.


Insyaallaah.....


041016
Thursday 07.46