Jumat, 18 November 2016

Merantau Atau Pulkam?

Yang pasti... saya suka di kampung sendiri dibanding di kampung orang alias merantau.


Makanya saat suami mengajak pulkam saya merasa sangat senang sekali. Gak tau gimana bilang rasa senang itu.

Sepanjang jalan lengan suamiku kugandeng erat. Menunjukkan bahwa aku bahagia sekali. Sebab sulit mengajaknya pulkam. Ya.. sebab suamiku kan kerja. Egois rasanya jika aku ngotot minta pulkam walau kami punya kampung yang sama. Kota Medan.

Horas Medan!!! We are coming



Selasa, 01 November 2016

Suamiku Romantis

Entahlah.. sepertinya ucapanku menyinggung perasaannya.
Berulang kali dia bertanya mengapa aku mau padanya?

Sebenarnya aku bekata demikian agar dia tahu bahwa aku serius mau menikah padanya karena Allaah. Aku merasa dia ada dalam doaku setelah penantian yang panjang.

Kupinta padanya agar tiap malam sebelum tidur kami bermuhasabah diri sambil memegang tangan satu sama lain dan terlelap tidur. Dia merasa aneh. Sehingga malam itu bisa jadi ada ucapanku yang salah dan terbawa pada sikapnya saat mau berangkatbkerja dan dia lama pulang ke rumah untuk makan siang. Sebab kantornya dekat dengan rumah kami.


Dia coba mengambil hatiku. Dia menggenggam tanganku dan mencium bibirku.

Dan ada ucapannya buat aku sedih. Walau dia ucapkan sambil tersenyum dan matanya nampak berkaca kaca.

Suamiku... maafkan aku jika tak sengaja melukai hatiku.