Jumat, 18 November 2016

Merantau Atau Pulkam?

Yang pasti... saya suka di kampung sendiri dibanding di kampung orang alias merantau.


Makanya saat suami mengajak pulkam saya merasa sangat senang sekali. Gak tau gimana bilang rasa senang itu.

Sepanjang jalan lengan suamiku kugandeng erat. Menunjukkan bahwa aku bahagia sekali. Sebab sulit mengajaknya pulkam. Ya.. sebab suamiku kan kerja. Egois rasanya jika aku ngotot minta pulkam walau kami punya kampung yang sama. Kota Medan.

Horas Medan!!! We are coming



Selasa, 01 November 2016

Suamiku Romantis

Entahlah.. sepertinya ucapanku menyinggung perasaannya.
Berulang kali dia bertanya mengapa aku mau padanya?

Sebenarnya aku bekata demikian agar dia tahu bahwa aku serius mau menikah padanya karena Allaah. Aku merasa dia ada dalam doaku setelah penantian yang panjang.

Kupinta padanya agar tiap malam sebelum tidur kami bermuhasabah diri sambil memegang tangan satu sama lain dan terlelap tidur. Dia merasa aneh. Sehingga malam itu bisa jadi ada ucapanku yang salah dan terbawa pada sikapnya saat mau berangkatbkerja dan dia lama pulang ke rumah untuk makan siang. Sebab kantornya dekat dengan rumah kami.


Dia coba mengambil hatiku. Dia menggenggam tanganku dan mencium bibirku.

Dan ada ucapannya buat aku sedih. Walau dia ucapkan sambil tersenyum dan matanya nampak berkaca kaca.

Suamiku... maafkan aku jika tak sengaja melukai hatiku. 

Sabtu, 15 Oktober 2016

HBD To Me...

Hy.. happy birthday to me 37 years old tomorrow.

yap.. Besok adalah hari ulang tahun sekaligus hari pernikahan saya.

Saya besok menikah. Menikah dg seorang pria yang saya tak kenal satu sama lain. Modalnya adalah bismillahi tawakkaltu alallah.. itu saja.


Rasa cinta belum ada. Suka juga tidak. Tapi bukan benci. Modalnya bakal mencintai karena Allaah.


Saya perempuan. Dominan perasaan. Saya baik. Hemat. Tapi tak pelit. Saya perhatian dan dominan cooling down ga gampang marah. Dominan lebih banyak mengalah dan ga suka ngotot. Ntar calon suami saya gimana ya?


Sepertinya saya harus buat MoU dengan dia. Sebab katanya pria itu baik dan ada maunya di 3 bulan  pertama.

Wajahnya nampak keras. Tapi di pas foto ga begitu sih..


saya harus buat kesepakatan dengannya dna harus ditulis. Kalau boleh ditempel. Walau kelak sebagai istri saya harus punya prinsip. Harus punya jatidiri.


Ah.. bagaimana cara memulai kesepakatan itu?  Saya fikir saya harus mengerahkan kelmahlembutan diri di hadapan suami. Kita lembut tapi punya prinsip.

Banyak sekali cerita yang saya dengar dari orang tentang pernikahan. Tentang suami suami mereka.


Oh ya... membayangkan malam pertama saya takut. Bener! Entahlah. Apa saya bisa terbawa arus dia atau saya jadi kaku dan beku?

Semoga dia bisa "merayu" saya sehingga bisa nengikutibritme nya.


Tentang persiapan baju nikah dan semua??.. entah...berjalan begitu saja. Dia ada dalam doa sayatpi bukan seseorang yang saya suka dan simpatik yang datang, tapi yang ada dalam doa dan saya tak tahu dia.  Saya tak kenal dia. Bukan dia yang saya mau. Tapibsaya akui dia ada dalam doa saya secara garis besarnya. Semoga digaris halusnya dia juga ada dalam doa syaa. Pengertian dan pengertian.   Semoga kami bisa saling mengerti untuk membina pernikahan yang sakinah ma waddah wa rahmah seperti yang dia inginkan dan dia tulis di biodatanya saat berkenalan dengan saya.


Malam pertama kami besok bagaimana ya? Entah lah.   Saya masih takut. Semoga dia bisa hilangkan rasa takut itu dan buat saya bisa tenang menjalani tanpa cemas dan takut. Insyaallaah.


23.21.  15102016. Saturday night

Jumat, 14 Oktober 2016

Mengapa Menikah Identik Dengan Seks?

Mengapa menikah identik dengan seks? 

Setiap orang yang sedang dalam detik detik pernikahan pasti yang ada dalam benaknya adalah malam pertama bersama pendamping hidupnya. 

Yaa.. itu juga ada dalam benak karib kerabat tetangga dan handai taulan yang tahu yanggal pernikahan itu. 


Tapi memang iya sih.. menjelang menikah itubidentik dengan seks. Bagaimana melalui malam pertama dengan suami atau istri. Bagaimana cara memberikan yang terbaik dan menikmatinya.

Dan membayangkan melalui malam dengan orang yang belum kita cintai, dan bukan orang yang kita sukai. Tapi kita tak membencinya. Sebab katanya cinta bisa datang belakangan.

Ga habis fikir aja jika ada wanita belia mau menikahi pria  tua. Bangka. Jelek lagi. Atau gak jelek tapi dia tua. Jauh lebih tua lagi. Entah apa sisi menariknya. Dan apa rasanya memberikan tubuh jiwa dan raga bagi suaminya yang begitu itu. Duhhh... 


Gak kebayang juga jika ada pria muda menikahi wanita tua. Bangka.jelek. kempot. Atau gak musti jelek atau kempot tapi dia tua dan tak menarik. Entahlah. Cuma dia yang tahu. Sebab lelaki itu memilih. Begitu banyak wanita yang bisa dipilih. Entahh...


Ah.. entahlah. Jodoh itu walau pilihan, tapi sudah ditakdirkan Allaah dan kita tak bisa menolak. 

Saat jodoh sudah ditetapkan Allaah maka luruskan niat. Semata mata karena Allaah. Karena menikah itu tujuannya sampai akhirat. Bukan hanya di dunia. Dan dapat meraih kebahagiaan dunia akhirat. Bersama di jannahNya. 


Yang perlu ditanamkan dalam diri bahwa menikah bukan untuk seks saja. Tapi bagaimana mewarnainya dengan kebahagiaan yang dirancang bersama suami atau istri tercinta yang Allaah berikan pada kita. 



Sabtu, 08 Oktober 2016

Tentang Perempuan

Perempuan itu dominan perasaannya yang bermain dan kebanyakan menduga duga.

Yang ada di benak perempuan itu :

" kenapa dia begitu? "
"Kok dia begitu?"
"Apa dia ada masalah? "
" Apa dia marah?"
"Mungkin dia gak suka"
"Bisa jadi dia sudah tak peduli lagi"


Seharusnya ,ah.. gak apa apa. Biasa itu. Nanti juga bisa diselesaikan. Mungkin lagi banyak kerjaan".

Ah.. apa pun itu.. dikomunikasikan saja.


Ah... entahlah...



Rabu, 05 Oktober 2016

Saya Nervous Nih...

Padahal tugas saya hanya menulis nama nama yang akan diundang. Tapi saya nervous banget.. Haid juga belum keluar walau tanda tanda haid sudah ada. Sementara saya gak sholat.


Dada saya berasa senap karena asam lambung yang naik.

ya Allaah...izinkanlah agar semuanya lancar lancar saja dan berkahilah...



Selasa, 04 Oktober 2016

Jodoh Itu Takdir Atau Pilihan?

Jodoh itu pilihan yang Allaah takdirkan. Sebab dengan siapa kita menikah itu kita yang pilih. Dan kita yang pinta. Selebihnya Allaah yang izinkan. Kalau tanpa izin Allaah maka mustahil.


Tapi perlu diingat, apa yang kita pinta insyaallaah pasti diberi Allaah. Antara yakin dan tak yakin itu ya harus yakin. Walau kita tak bisa membayangkan sosoknya paling tidak pantaskan diri dengan pendamping hidup yang seperti apa yang kita inginkan.  Insyaallaah dapat. Kita ingin yang baik baik maka bergaullah dengan orang yang baik baik. Kita berada di lingkungan yang buruk ya bisa jadi dapat yang buruk buruk.

Jangan lupa perbanyak ibadah dan sedekah yang ikhlas. Dan niatnya itu harus bersih dan lurus. Karena sesuatu itu tergantung dari niatnya.

Jika mrnikah karena parasnya maka yang didapat itu paras saja. Sementara menjadi tua itu pasti. Masih banyak yang lebih indah dari pasangan yangmemiliki paras rupawan.


M3nikah karena hartanya maka yang didapat ya hartanya saja. Sementara harta itu tak abadi.


Menikah karena keturunannya maka yang didapat hanya keturunannya saja.

Menikah karena kebutuhan biologis semata juga gak abadi. Sebab stamina juga bakal turun seiring bertambahnya usia. Yang lebih kinclong dan sekai masih banyak di luar. Tapi kok kayak hewan aja ya kalau niatnya begitu?

Menikah karena ingin punya anak maka yang didapat cuma itu. Atau bisa jadi gak dapat. Karena punya anak itu rezeki dari Allaah.

Tapi kalau kita menikah karena niatnya mau beribadah, menggenapkan separuh dien, insyallaah yang lainnya  juga akan Allah berikan. Percaya saja akan janji Allaah. Bahwa Allaah Maha Pengabul doa hambaNya yang meminta.


Insyaallaah.....


041016
Thursday 07.46

Rabu, 28 September 2016

Mencintai Karena Allaah

Bagi orang beriman dan menerima takdir Allaah tentu akan berusaha mencintai apa yang dia miliki.

.Allaah itu Maha Pengabul doa hambaNya walau kita terkaget kaget saat Allaah kabulkan doa kita.

Kadangkala kita berfikir sesuatu itu yang kita suka yang terbaik menurut kita. Ternyata bukan yang terbaik menurut Allaah. Yang kita suka tapi tak disukai Allaah.  Sehingga Allah gantikan dengan yang lain yang memang ada dalam doa tapi di luar dugaan kita.


Ada orang berkata makanya doa itu yang jelas . Jangan samar samar.Jadi dikabulkan juga gak samar samar dna buat kaget. Tapi kalau kita begitu ngotot dengan doa maka lama juga Allaah kabulkan doa kita. Kenyataannya saat kita berpasrah diri maka Allaah kabulkan doa kita walau buat kita terdiam tak banyak bicara. Ternyata... yang kita sayangkan dari orang lain ehhh.. kita alami. Jadi tidak perlu miris dengan kehidupan orang lain yang buat kita kaget. Munhkitn itulah yang menurut Allaah buatnya. Untuk melengkapi hidupnya. Menyempurnakan kehidupannya dan memang dia dambakan. Lelaki yang walau gak gabteng, mana nampak jauh lebih tua lagi dari dirinya,  tapi menghargai pendapatnnya dan bukan pria doyan ngomel. Namun pengertian. Ahh...entahlah.

Aatau miris dengan perempuan yang dipoligami atau bercerai atau miris dengan perempuan usia tua tp belum nenikah juga atau yang sudah lama menikah tapi tak juga punya anak atau yang hidupnya susah atau sejenisnya. Mendingan diam saja perbanyak istighfar.


Allaah itu berdasarkan persangkaan hambaNya. Jadi minta saja dan pantaskan diri. Jangan merendahkan diri.

Apa pun itu yang kita miliki yang sudh diberikan Allaah maka syukurilah. Agar barokah.

Hidup ini tak lama. Apa yang mau dibanggakan? Toh kita juga bakal jadi bagian dari tanah. Mrnyatu dnegan tanah.

Jangan malu dan minder dengan yang kita miliki. Disyukuri dan teruslah berprasangka baik pada Allah.

Rabu, 14 September 2016

Saya Sedang Bingung

Ya... bingung aja. Ling lung.

Kaget. Sebab hidup ini penuh kejutan. 

Masih membayang bayangkan next step.

Selasa, 13 September 2016

Bagaimana supaya yakin?

Karena terlalu sering kecewa saya kok bawaannya gak yakin ya?

Saya juga bengong. Ini gimana sih sebenarnya?  Apa iya apa enggak sih?

Ah.. sudahlah. Saya terlalu letih. Letih dengan perasaan saya..

Let it flows saja lah.

Senin, 12 September 2016

Perasaan Cemas

Bagi yang menikah dngn proses taaruf mungkin ada yang merasa cemas. Sebab dengan calonnya saja tak saling mengenal. Apakah dia org baik dan pengertian? Dapat menjadi sahabat dalam urusan dunia dan akhirat?

Apa saya bisa sesuai dengan harapannya? Soleha dan menentramkan hati?

Entahlah... perasaan ini mengatakan "takut". Selebihnya pasrah saja sama Allaah.

Bila memang yg terbaik moga Allaah mudahkan dan berkahi. Bila bukan yang terbaik untuk dunia akhirat moga tidak timbul fitnah, dan sudilah Allaah ganti dengan yang lebih baik lagi dan memang yang terbaik. Hati juga mantap dan tenang. Bismillah. Begitu.


Bantulah ya Allaah..

Minggu, 11 September 2016

Menikah

Menikah itu bukan untuk mencari pasangan yang sempurna sebab kita saja pun tak sempurna. Menikah itu paling tidak pada beberapa poin doa, ada padanya. Walau belum ada rasa suka paling tidak lihatlah agamanya. Akhlaknya dan beberapa poin yang kita anggap mewakili doa. Matang dewasa dan pengertian.

Tujuan pernikahan adalah membangun peradaban. Niatnya untuk ibadah, menyempurnakan separuh dien dan agar timbul ketenangan jiwa.

Ya.. bismillah saja. 

Sabtu, 03 September 2016

Kamis, 01 September 2016

What's In My Mind?

Actually im really feeling nervous . Tapi begitu pun hati saya tenang. Hati saya lurus memintanya ke Allaah. Saya akan menghadapi momen sakral dalam hidup saya.

Dag dig dug tentu saja. Apa saya bisa ya? Tapi saya harus bisa! Sebab hidup itu ibadah. Itu yang ada di hati saya.


Rabb.. bantulah.. bimbinglah..


Night Thursday  1stSeptember 2016

Ya Allaah.. Begini nih kalau kurang Dzikir

Ya Allaah.. saya bawaannya mau marah aja. Apa karena mau haid ya..

yang saya rasakan karena saya terdesak setoran quran besok. Mana saya belum hafal. Jadi bawaannya uring uringan. MasyaAllaah. Belum lagi ditambah murid saya kurang ajar banget sama gurunya.  Saya bosen denger curhatan. Bosen dengar keluhan orang yang melibatkan saya.

Yang pastinya saya kurang dzikir makanya bawaannya begini.


Ampunilah ya Rabb...izinkan agar hati ini bisa kembali tenanh dan lisan ini basah dengan menyebut asmaMu. 

Kamis, 25 Agustus 2016

Saya Baru benar benar Yakin

Sore tadi saya dikelilingi 4 orang bapak yang saling berbincang.


dari ucapan mereka nyatanya lelaki juga ingin dimengerti. Lelaki juga ingin selalu didengarkan.

Saya jadi semakin yakin kata ibu saya. Lelaki itu ingin dimanja. Tapi kita gak tau versi dimanja gimana.

Seorang bapak yang menggunakan baju kemeja putih rapi yang dia pakai saat berfoto itu mengatakan bahwa lelaki itu ingin selalu betah di rumah. Gak mau lama lama di luar rumah. Maunya di rumah aja karena di rumah mendatangkan kedamaian dan ketenangan.


Hmm..begitu ya.. jadi para wanita yang hendak menikah dan para istri harus tahu akan hal itu.

Saya jadi senyum senyum saja. Senyum sambil berfikir. Gitu ya?..

lalu saya menambahkan adanya saling pengertian dan komunikasi tentunya.

Bahasanya enak aja mengalir lancar. Mungkin karema sering berinteraksi dg orang banyak dan memiliki jabatan penting ajdi sudh terbiasa berkomunikasi.


 Jadi begitu ya..


Saya juga baru tahu ada pejabat yang tak punya mobil dna rumah.kemana mana naik angkutan.  


Istri itu harus ikut kemana pun suami berada. Walau suami dipindahkan ke Bukit TingginCianjur bahkan ke hutan sekali pun. Ntar bangun tenda di tengah hutan.

Bahasa yang tegas namun santun.  Ada pengatuh dari basic pendidikan sekolah tinggi pemerintahakna dan pekerjaan sekarang jadi berngaruh dengan gaya dan intonasi bicara.


Baru tau kalau sesama bapak bapak berbincang diantara mereka dan  kita sebagai permpuan mendengarkan.



Minggu, 14 Agustus 2016

Reuni Teman teman SMP

Maghrib tadi teman teman SMP ku datang ke rumah. Ada 4 orang. 2 oramg bawa anaknya masing masing yang berumur 4 tahun.

Karakter saat SMP masih kental berasa.  Yang dibicarakan itu teman teman yang dulu yang beberapa waktu lalu mereka berjumpa.

Salah seorang teman nyeletuk bahwa anaknya yang laki laki jauh darinya. Saya awalnya bingung. Tapi saya tak mau bertanya banyak. Ternyata dia baru saja bercerai. 2 bulan lalu. Tepatnya tanggal 1 Juni yang lalu. Suaminya seorang polisi yang narkoba suka berkata kasar dan bahkan mau melakukan KDRT. Ceritanya rumit. Tapi wajahnya nampak senyum saja. Walau matanya berkaca kaca. Dia menutupi kesedihan dengan tawa dan senyumnya yang manis.  Ya dia cantik. Ayu. Wajahnya ayu. Pernikahannya sudah 16 tahun dijalani akhirnya kandas. Dia bercerita seperti tanpa beban walau raut sedih terasa di matanya yang nampak berkaca kaca.


Teman yang lainnya ada yang sudah tamat SMA. Dia menikah saat masih duduk dibangku SMA.dan sekolahnya tidak selesai karena dia menikah duluan.  Tawa canda itu lepas begitu saja. Tak ingin bercerita tentang rumah tangga masing masing. Wajah mereka juga masih nampak muda. Tak nampak usia 36 atau 37 nya. Mungkin otang masih percaya mereka masih berusia 29 30 tahun. Tak mau ambil pusing dengan masalah rumah tangga. Dinikmati saja.

Mereka masing masing sudah berkeluarga. Herannya pulang malam begini apa tak dimarahi suami masing masing? Jam 21.30 baru beranjak dari rumahku. Jam berapa mereka sampai rumah ya? Aku ptibsdi ga berani keluyuran malam malam begitu.

Alasannya klise. Biarkan hari Minggu sebagai hari liburan mereka yang dari Senin hingga Sabtu selalu berkutat dengan pekerjaan rumah tangga. Gagang sapu panci dan kain pel. Begitu katanya.


Rumah mereka jauh. Berpencar. Dan salah satu diantaranya mengatakan rumah saya inilah yang paling jauh.

Begitulah roman berumahtangga. Kegagalan yang dialami orang lain bukan menjadi penghalang bagi yang sudah berumah tangga atau yang belum untuk tetap mengukir prestasi dihadapan Allaah untuk menciptakan sakinah ma waddah warahmah. Sebab membina rumahtangga adalah suatu impian untuk bisa membangun peradaban dan dapat bahagia dunia akhirat.

Terimakasih sudah berkunjung. Doaku selalu menyertai teman teman lamaku itu. Semoga bisa melalui hati dengan baik. Menjalani hari dengan nikmatnya berima  dan berIslam dalam rumahtangganya masing masing.

catatan malam dengan tugas kerjaan didepan  leptop
22.21



Minggu, 07 Agustus 2016

What happen with me

Mungkin gak saya saja. Bisa jadi oranglain juga pernah seperti ini.


Saya lagi sedih.jadi badmood begini. Gak tau gimana bilangnya.

Entahlah ya Allaah.jadimengurangi semngat. Dan memang gak semangat.

Larut dalamkesedihanlagi  dan sulit keluardari perasaan kecewa marah dansedih.


ya Allaah...tolonglah.
kadang saya merasasemangat kalaumelihat yangbikian semangat danpenuh harapanhidup.  Tapi tiba tiba bisa jadi sangat sedih kalau dengar yang buat saya terpuruk dan sedih bahkan entahlah.

 Tolonglah ya Allaah.. kapan saya  bisa melalui semua ini dengan indah... Engkau Maha Tahuisihati hambaMu Tolonglah ya RABB...Jangan  biarkan aku larut dalamkesedihan dan gak semangat begini.

Kamis, 28 Juli 2016

Pengalamanku Tentang Rezeki

Malam malam pengen curhat jadinya nulis di blog sendiri.


Aku gak ngerti kenapa ya setiap yang aku inginkan selalua da di depan hidungku. Herannya gak bisa kumiliki. Gak bisa kuraih.


Aku pernah pengen jalan jalan ke luar negeri gratis. Tiket sudah ditangan. Tinggal nunggu hari tapi BATAL karena sesuatu dan lain hal yang aku berat meninggalkannya.

Aku pengen umroh bareng dg ortu. Ortu gak mau jadi aku sendiri yang daftar umroh. Herannya saat semua udh dipersiapkan tinggal nunggu minggu tapi GAGAL juga. Travelnya ditokohin orang sehingga semua jamaah ga jadi berangkat. Pengembalian uangnya pun kita berasa kayak pengemis meminta hak kita. Belum lagi dimushi sama agen yang nawari umroh. Kan lucu ya... kok dia yang marah kita ga jadi berangkat.


Doa pengeeeen dimudahkan dalam jodoh. Udh berapa kali nih kejadian. Yang ada dalam doa hadir menghampiri. Tapi cuma say hello. Bahkan ada yang sudah bertamu dengan keluarganya ke rumah..  Tetangga juga tahu. Duhhh..  malu tapi dibawa cuek aja deh.



Aku dosanya dimana ya? Dosanya apa ya? Apa lagi yang harus kuperbaiki ya Allaah?



Alhamdulillah Tugasku Selesai

Yang namanya bekerja pasti capek. Sebab kita cari uang di situ. Walau banyak komplen sana sini. Dan kadang komplen itu sangat mengganggu stabilitas emosi juga sebenarnya.


Sudah 2 hari aku flu. Bersin yang luar biasa dan pileks erta sakit tenggorokan. Ini karena daya tahan tubuh yang gak fit. Jadi gampang flu. Gampang ketularan flu orang lain.


Dua hari ini juga aku begadang menyelesaikan tugas kerjaanku. Daan tadi lembur pribadi pulang jam 8 malam. Tapi alhamdulillah tugas selesai. Disyukuri lah...


Dan saat ini aku lagi menata emosi. Gak tau kok sekarang bawaannya gampang marah ya? Astaghfirullaah ala dziim. Duh allaah... gak mau ah jadi pemarah dan galak. Jadi gak nampak sholehahnya. Mau tetap selalu sholeha ya Rabb... aamiin.

Senin, 18 Juli 2016

Beda Orang Beda Tipe

Sore tadi saya ditanya ini itu tentang masa lalu saya yang saya anggap gak perlu orang tau sampai menggali begitu dalamnya.


Yap, saya tidak peduli dengan masa lalu yang gak penting diceritakan. Lebih suka menceritakan hal penting saja . 

Dan saya orang yang gak suka ditanya sebegitu menjelimetnya.


liat aja besok kalau saya ditanya hal yang sama menggali hal yang saya gak suka ditanya tanya, tak damprat aja sekalian x yaak..

Rabu, 22 Juni 2016

India!

Beberapa waktu lalu saya pernah tuliskan tentang teman yang ingin ke India. Melanjutkan studi nya. Ini lanjutan ceritanya.


Pagi tadi salah seorang teman kerja  nampak bahagia dan sumringah. Yap! Dia lulus ujian dan mendapat beasiswa S2 bahasa Inggris di India. Dia sebenarnya ingin ke Inggris, Aussie atau Amerika yang bahasa Inggrisnya cas cis cus  dari daerah asalnya. Saingannya banyak. Dia sudah pernah mencoba. Namun lulusnya di india. Konon kabarnya bahasa Inggris di India itu bagus.hanya logat nya saja mungkin yang dominan India.


Dia nampak bahagia. Untungnya ke sana ada temannya. Sesama yang lulus beasiswa S2. Jadi ada mahramnya.


Dia pernah katakan dia sudah tak mau lagi mrngajar SD. Cape. Dia lebih ingin menjadi dosen. Itu cita citanya. Kerjanya tidak mengeluarkan suara mubazir dan energi ekstrak.


Saat ditanya kepsek berapa lama di India? Dan bakal balikkah ke tanah Air ? Sekolah masih menantinya.


Cepat cepat dia katakan,"

 Belum tahu ya pak. Kalau dapat orang sana maka saya akan di sana"

Saking dia sudah tak mau lagi menjadi guru SD walau gajinya besar sebab dia hafal al quran dan pengajar yang cerdas.


Ya.. doanya sudah dikabulkan Allaah. Kini lanjutan doa doa yang lalu. saya doakan semoga doa dan cita cita nya tercapai dan barokah. Aamiin yra.


Sekilas wajahnya memang mirip India. Untungnya sawo matang. Bukan hitam. Hidungnya juga mancungd an matanya bulat besar dan indah. Mirip kayak orang India saya perhatikan. Tak masalah dapat pendamping hidup dari India asalkan muslim dan pengertian.
..ya.. saya aminkan...


Jumat, 17 Juni 2016

Kerja versi Kerja

Jika fikiran kita terfokus kepada beban kerja yang belum selesai maka berimbas pada stabilitas emosi kita. Stabilitas keimanan kita. Jengah. Tak ada ruang untuk istirahat.


Sibuk dengan deadline maka berimbas lewatnya sejuz tilawah saya. Lisan juga kurang terkontrol. Padahal hanya 2 hari saja. Tapi cukup menguras stabilitas ruhiyyah atau keimanan.




#romadhon hari ke 11 malam ke 12


Demi Itqu minannaar

Dalam sebulan ada 3 jenis kasih kasih sayang Allaah bagi hambaNya yang ingin meraih gelar muttaqiin.. dan terbebas dari dosa dan api neraka. Suci layaknya anak yang baru lahir.


A. 10 hari pertama sudah dilewati. Yaitu rahmatd ari Allaah

B.  10 hari kedua sedang dijalani. Yaitu mendapat maghfirah dari Allaah

C. 10 hari ketiga yaitu it qu minannar. Terbebas dari siksa api neraka.

Namanya romadhon walau kita beraktifitas paruh hari tapi tetap saja rasa kantung dahaga dan lapar juga lemas kita rasakan. Namun karena keimanan maka semua itu bisa diantisipasi dan tak begitu terasa adanya.



Romadhon kali ini nenek tercinta sakit lagi.Puasa yang ke 5 nenek sakit. Jalan pun sulit untuk ke rumah sakit. Sehingga tubuhnya yang gendut digendong adik saya ke mobil untuk di bawa ke rumah sakit. Kalau 5 hari kemarin maag akut hingga apa pun yang masuk ke perut terasa sakit dan mau muntah, kini hari keenama akrena cairan infus membuat jantung nenek bengkak lagi. Badannya banyak berisi air.obat yang disuntikkan ke pembuluh darah dan botol infus.


Nenek selalu mengucapkan La ila ha illallah demi menahan rasa sakit.


Dan nenek nampak sedih saat badannya nampak gembung. Jari tangan dan kaki nampak bengkak. Dan harus dikateter.


Ibu saya setiap saat dirumah sakit. Nenek nampak letih karena berbaring terus. Ibu saya apa lagi. Sedangan saya saja yang sudah 2 x pulang kerja langsung ke rumah sakit dn pulang malam saja sampai meriang.. Hingga saya kesiangan sahur dan 2 kali tidak tahajjud seperti krbiasaan saya. Tak pernah saya tinggalkan tahajjud di bulan romadhon kecuali haid. Saya juga letih dan mengantuk.


bagaimana lagi dengan ibu saya bagaimana alagi nenek saya?


Semoga Allaah beri kesabaran pada nenek atas sakitnya dan diberi kesembuhan. Dan ibu saya dineri kesabaran menjaga nenek dirumah sakit dan diberi kesehatan juga.


Bulan romadhon sungguh indah dan nikmat jika kita sikapi dengan keimanan yang totalitas semata mata mendapat ampunan dan Allaah.


senoga anak anak nenek yang menjaga nenek di rumah sakit selain ibu saya walau mereka tak menginap debir Allah kesabaran sebagai bakti kepada orangtuanya. Aamiin yra.

Rabu, 15 Juni 2016

Barrier Itu Alhamdulillah Hilang Perlahan tapi Pasti

Saya banyak dosa sama Allaah atau bisa jadi Allaah uji keimanan saya dan orangtua saya.

Apa yang saya pinta pada Allaah dihadirkan di dalam hidup saya. Umpama saya mau nonton bioskop, tiket sudah di tangan tapi karena kendala saya gak jadi nonton. Tiket itu juga mahal. Betapa sulit saya memperolehnya tapi semua berlalu di hadapan saya. 

Saya ingin pergi ke suatu tempat. Semua sudah ada di hadapan saya. Kenderaan yang saya inginkan persis. Dan saya sudah dikonfirmasi. Tapi kenderaan itu ternyata dipakai oranglain. Kenderaan itu salah alamat. Yang ada adalah kenderaan yang bukan tujuan saya. sehingga saya harus menunggu lagi. 


Saya orang yang gampang stress. Dan ini sudah lama. Sudah menahun. Hingga kemarin ada hal yang buat saya stres habis. 

Saya dan keluarga di rumah gemar menolong. Gemar memberi.kami sekeluarga alhamdulillah gemar juga beribadah versi semampu kami. Kita kalau memberi berusahaa yang terbaik yang kita punya semampu kita. Tak oerhitungan karena kita yakin ada Allaah yang Maha Membalasa kebaikan hamba hambaNya.


Jadi ceritanya orangtua saya memiliki  hobi memberi makan orang lain yang kita anggap dia butuh.  Ternyata orang tersebut berfikiran lain dari kebaikan kita. Sehingga sampailah ke telinga kami. Saya stress . Asam lambung saya pernah kumat gara gara stres. Selera makan pun hilang. Sehingga saya berasa risih dnegan yang kita berbuat baik tadi.

Tapi kini saya fikir, ngapain saya risih . Akhirnya, saya datangi orangnya dan saya berikan makanan yang mrnajdi kebiasaan orangtua saya membutuhkannya. Ya.. nenek saya dirawat lagi di rumah sakit dan ibu saya menjaganya setiap hari di rumah sakit. Pergi dan pulang kerja dari rumah sakit. 

Saya orangnya kurang bisa berbasa basi. Saya orangnya to the point. Saya perhatikan orang yang oranagtua kami selalu berbuat baik padanya. Kasihan saya melihatnya. Sungguh berdosa saya. Tapi tetap saya mengatakan apa yang mengganjal di hati saya. Yang penting itikad berbuat baik kepada siapa pun selalu ada dalam diri. 

Saya yakin dia kaget dan malu. Tapi saya tak peduli. Cuma dia yang dengar. Saya tidak mau mempermalukan orang lain. 


Selepas itu saya mohon ampun pada Allaah jika  saya berkata apa yang mengganjal di hati saya. 


Jadi.. barrier itu sudah saya buang dari diri saya dan saya selalu beristighfar. Karena barrier itu sanagta mengganggu saya. 

Alhamdulillah sekarang sudah tidak ada lagi barier. 

.saya berfikir, saya yang jarang berbicara dengan yang gak perlu dan gak pernah berbasa basi kini saya keluarkan juga "gardam"saya. Jiwa gardam yang sudah tersimpan lama sejak saya tamat SMP. Lingkungan saya 20 tahun terakhir ini menbbuat saya terlalu lemah lembut dan penyabar. Saya orang sumatera. Asli. Bukan jawa. Saya orang Medan asli. Jadi perlu juga gardam sesekali untuk menghilangkan barier yang mrmbuat doa saya jadi terhalang dan membuat saya tertekan dengan perasaan saya.. sekarangs aya tak stress lagi. Yang penting saya sudah katakan apa yang ada di hati saya . Sehingga tak ada lagi yang berpenyakit hati.


Saya berdoa semoga Allaah sudi mengabulkan doa doa saya dan memberikan saya ketenangan hati dan ketenangan hidup. Kebahagiaan dunia dan akhirat. Aamiin yra.

#catatan romadhonku

Minggu, 12 Juni 2016

Allaah Itu Maha Menepati Janji

Allaah  berkata " Berdoalah padaKu Maka akan Aku kabulkan".

Jadi mengapa ragu dengan janji Allaah. Dia yang menguasai langit dan bumi. Walau berasa berat dengan cobaan tapi berdoalah agar setiap kita dapat melewatinya dengan indah.

Kadang berat rasanya. Barrier itu ada di diri kita. Sulit menghilangkan barrier. Tapi tetap yakini saja janji Allaah. SEBAB Dia Maha Pengabul doa hambaNya yang meminta.

La haula wala quwwata illaa billaah aliyyul adziim..

Kualitas diri Seseorang

Kualitas seseorang berbanding lurus dengan akhlak dan tutur katanya. Bukan dinilai dari harta pangkat dan jabatan.

Untuk menilai seseorang kita tak perlu ribet melihat jabatan dan kekayaannya. Tapi bisa dilihat dari lisan dan tutur katanya.

Semakin bagus lisan dan akhlaknya maka semakin baguslah kualitas dirinya di hadapan Allaah. Jika baik di mata Allaah maka insyaallaah baik pula di mata manusia. 

Minggu, 05 Juni 2016

Tips Menambah Berat Badan


(moon wink)Tips Menambah Berat Badan(moon wink)

Menambah berat badan dapat dimulai dengan mencukupi kebutuhan kalori dalam tubuh dan dalam jumlah yang lebih dari kebutuhan, seperti mengkonsumsi makanan untuk menambah berat badan dalam jumlah banyak. Berikut tips menambah berat badan secara efektif :

1. Tingkatkan Porsi Makan
Dengan meningkatkan porsi makan, maka tubuh akan punya lebih banyak asupan untuk membentuk tubuh yang berisi.


2. Perbanyak Minum Air Putih
Semakin banyak mengkonsumsi air putih maka tubuh akan semakin sehat dan pada akhirnya proses pencernaan dalam tubuh pun membaik sehingga dapat lebih menyerap gizi makanan secara sempurna. Cukup 8 gelas per hari untuk mencegah dehidrasi.

3. Perbanyak Konsumsi Karbohidrat
Makanan yang mengandung karbohidrat, seperti : buah-buahan, sayuran, nasi merah dan makanan yang berbahan dasar dari gandum seperti sereal dan roti.


4. Cukupi Kebutuhan Protein
Konsumsi sumber protein yang sehat seperti daging ayam, ikan, dan kacang-kacangan.

5. Cukupi Kebutuhan Lemak
Sumber lemak sehat seperti asam lemak tak jenuh ganda, omega-3, dan omega-6. Sumber lemak omega-3 dapat diperoleh dari ikan dan kacang kenari.

(hahaha)(hahaha)(hahaha)

Content by DokteronLINE Group http://lin.ee/64nb6zv
Ketik "LAGI" untuk konten menarik lainnya


Sabtu, 28 Mei 2016

Capenya Yang Mengejar Target

Cape juga jika hidup ini kurang dinikmati sebab mengejar target kerja terus. Sampai lupa akan diri dan keluarga. Tapi apalah nak dikata.

Sebagai seorang guru di sekolah baru aku merasa harus mengepres murid murid. Di press! Dijejali. Ya hafalan quran, ya matematika,ya kosa kata bahasa Inggris dan semua pelajaran. Bukan muridnya saja yang dpress buat ujian tapi gurunya juga dipress untuk mengikuti ujian. Di saat sibuk mengkoreksi nilai ujian dan meremedi siswa tapi guru juga harus hafal Al quran sesuai tuntutan sekolah dan cakap mengajar berbahasa Inggris. Sementara para murid nampak kelelahan. Tapi mereka harus dipress melalui sekolah dan orangtuanya.



Letih... letih... rasa tak ada waktu untuk rehat.

Tapi di sini sudah mulai terbiasa untuk berlaku gak baper dan gak dibaperin segala komplen ini itu. Maju tetus ah.. kerjakan saja. Tapi lisan harus dijaga jangan berkicau dengan banyak pertanyaan.


# duniabaru.

Kamis, 26 Mei 2016

Suami Istri dan anak anak mereka

Saya kagum jika ada suami yang saat dia marah atau tak suka sekali pun tapi tutur katanya jenaka tak melukai perasaan.


Saya baru menjenguk shahabat baik saya yang baru saja operasi. Namun saat saya datang dia selalu bertelepon hingga 20 menit lamanya. Saya duduk manis menunggunya selesai berbicara sampai sampai suaminya berkata bahwa semalam 15 menit sebelum dioperasi sahabat saya itu masih menyempatkan diri menelpon sana sini. Kebetulan sang istri salah satu kepala bagian BPJS di kota kami. Entah siapa saja yang ditelepon termasuk urusan kerjanya. Sampai sampai suaminya mengajak saya ngobrol tentang umroh saya yang tak jadi. Heran.. kok suaminya tahu? Padahal saya tak ada memberi tahu. Tapi begitulah suami istri selalu sharing tentang apa pun. Suaminya jg mengatakan bahwa jika hendak umroh carilah travel yang resmi. Jangana tergiur dengan harga murah.

suaminya mrngatakan bahwa sebenarnya gak dioperasi juga hak apa apa. Taki khawatir saja kalau nanti di bulan 8 atau 9 ada krndala saat mereka akan berhaji.

Lantas di situ anak anak mereka sedang makan. Anaknya yang paliang kecil berusia hampir 7 tahun. Wajahnya ganteng . Wajar ya.. sebab buyah dan uminya ganteng dan cantik. Tapi badannya gendutt dut dut.  Saat anaknya makan, sang suami tak hendak memarahi anaknY. Hanya menasihati. Biasanya para orangtua marah jika anaknya kelwat banyak makan dan badannya overweight kan..?


"Insyaallaah si Faruq ini makan udah yang ke empat kalinya. Lehernya pun sampe gak nampak lagi. "

Anaknya malah mrnjawab "ya gak apa apa. Nanti badannya juga makin besar." Kata anaknya sambil mrnghabiskan semangkuk soto medan.


ya.. yang saya tahu memang keduanya selalu menggunakan bahasa santun sekali pun mereka mrah marahan. Jenaka bagi kita tpi cukup menohok.


Bagusan begitu ya... saya suka suasana begitu. 

Kamis, 19 Mei 2016

Ide Menulis Itu Hilang- hilang Timbul

Malam ini aku sedang mencoba menyelesaikan tulisan sederhanaku untu suatu kegiatan. Namun saat aku hampiri blog yang aku ikuti kok aku jadi melihat model pakaian yang dikenakan disainernya ya... model pakaiannya cakep cakep. tidak membentuk tubuh dan stylish..

Saya suka dengan model pakaiannya.






Selasa, 17 Mei 2016

Dua Orang Yang Baik tapi Mengapa Pernikahan Tidak Berakhir Bahagia?

Dua orang baik tapi mengapa perkawinan tidak berakhir bahagia?
Ibu saya adalah seorang yang sangat baik, sejak kecil, saya melihatnya begitu gigih menjaga keutuhan keluarga. Ia selalu bangun dini hari, memasak bubur yang panas untuk ayah, karena lambung ayah tidak baik....., pagi hari ayah hanya bisa makan bubur.
Setelah itu, masih harus memasak sepanci nasi untuk anak-anak, karena anak-anak sedang dalam masa pertumbuhan, perlu makan nasi....., dengan begitu baru tidak akan lapar seharian di sekolah.
Setiap sore, ibu selalu membungkukkan badan menyikat panci. Setiap panci di rumah kami bisa dijadikan cermin, tidak ada noda sedikitpun.
Menjelang malam, dengan giat ibu membersihkan lantai, mengepel seinci demi seinci, lantai di rumah tampak lebih bersih dibanding sisi rumah orang lain, tiada debu sedikit pun meski berjalan dengan kaki telanjang.
Ibu saya adalah seorang wanita yang sangat rajin. Namun, di mata ayahku, Ia (ibu) bukan pasangan yang baik. Dalam proses pertumbuhan saya, tidak hanya sekali saja ayah selalu menyatakan kesepiannya dalam perkawinan, saya tidak pernah memahaminya.
Ayah saya adalah seorang laki-laki yang bertanggung jawab. Ia tidak merokok, tidak minum-minuman keras, serius dalam pekerjaan, setiap hari berangkat kerja tepat waktu, bahkan saat libur juga masih mengatur jadwal sekolah anak-anak, mengatur waktu istirahat anak-anak....., Ia adalah seorang ayah yang penuh tanggung jawab, mendorong anak-anak untuk berprestasi dalam pelajaran.
Ia suka main catur, suka larut dalam dunia buku-buku kuno. Ayah saya adalah seorang laki-laki yang baik, di mata anak-anak, ia maha besar seperti langit, menjaga kami, melindungi kami dan mendidik kami.
Hanya saja, di mata ibuku, Ia juga bukan seorang pasangan yang baik, dalam proses pertumbuhan saya, kerap kali saya melihat ibu menangis terisak secara diam diam di sudut halaman. Ayah menyatakannya dengan kata-kata, sedang ibu dengan aksi, menyatakan kepedihan yang dijalani dalam perkawinan.
Dalam proses pertumbuhan, aku melihat juga mendengar ketidakberdayaan dalam perkawinan ayah dan ibu, sekaligus merasakan betapa baiknya mereka, dan mereka layak mendapatkan sebuah perkawinan yang baik.
Sayangnya, dalam masa-masa keberadaan ayah di dunia, kehidupan perkawinan mereka lalui dalam kegagalan, sedangkan aku, juga tumbuh dalam kebingungan, dan aku bertanya pada diriku sendiri, "Dua orang yang baik mengapa tidak diiringi dengan perkawinan yang bahagia?"
PENGORBANAN YANG DIANGGAP BENAR
Setelah dewasa, saya akhirnya memasuki usia perkawinan, dan secara perlahan-lahan saya pun mengetahui akan jawaban ini.
Di masa awal perkawinan, saya juga sama seperti ibu, berusaha menjaga keutuhan keluarga, menyikat panci dan membersihkan lantai, dengan sungguh-sungguh berusaha memelihara perkawinan sendiri.
Anehnya, saya tidak merasa bahagia ; dan suamiku sendiri, sepertinya juga tidak bahagia. Saya merenung, mungkin lantai kurang bersih, masakan tidak enak, lalu, dengan giat saya membersihkan lantai lagi, dan memasak dengan sepenuh hati.
Namun, rasanya, kami berdua tetap saja tidak bahagia..... Hingga suatu hari, ketika saya sedang sibuk membersihkan lantai, suami saya berkata, "Istriku, temani aku sejenak mendengar alunan musik!" Dengan mimik tidak senang saya berkata, "Apa tidak melihat masih ada separoh lantai lagi yang belum dipel?"
Begitu kata-kata ini terlontar, saya pun termenung, kata-kata yang sangat tidak asing di telinga, dalam perkawinan ayah dan ibu saya, ibu juga kerap berkata begitu sama ayah. Saya sedang mempertunjukkan kembali perkawinan ayah dan ibu, sekaligus mengulang kembali ketidakbahagiaan dalam perkwinan mereka. Ada beberapa kesadaran muncul dalam hati saya.
YANG KAMU INGINKAN?
Saya hentikan sejenak pekerjaan saya, lalu memandang suamiku, dan teringat akan ayah saya..... Ia selalu tidak mendapatkan pasangan yang dia inginkan dalam perkawinannya.
Waktu ibu menyikat panci lebih lama daripada menemaninya. Terus menerus mengerjakan urusan rumah tangga, adalah cara ibu dalam mempertahankan perkawinan, Ia memberi ayah sebuah rumah yang bersih, namun, ibu jarang menemani ayah, ibu sibuk mengurus rumah, Ia berusaha mencintai ayah dengan caranya, dan cara ini adalah mengerjakan urusan rumah tangga.
Dan aku, aku juga menggunakan caraku berusaha mencintai suamiku. Cara saya juga sama seperti ibu, perkawinan saya sepertinya tengah melangkah ke dalam sebuah cerita, "Dua orang yang baik mengapa tidak diiringi dengan perkawinan yang bahagia."
KESADARAN MEMBUAT SAYA MEMBUAT KEPUTUSAN (PILIHAN) YANG SAMA
Saya hentikan sejenak pekerjaan saya, lalu duduk di sisi suami, menemaninya mendengar musik, dan dari kejauhan, saat memandangi kain pel di atas lantai seperti menatapi nasib ibu.
Saya bertanya pada suamiku, "Apa yang kau butuhkan?"
"Aku membutuhkanmu untuk menemaniku mendengar musik, rumah kotor sedikit tidak apa-apalah, nanti saya carikan pembantu untukmu, dengan begitu kau bisa menemaniku!", ujar suamiku.
Saya kira kamu perlu rumah yang bersih, ada yang memasak untukmu, ada yang mencuci pakaianmu.... dan saya mengatakan sekaligus serentetan hal-hal yang dibutuhkannya.
"Semua itu tidak penting-lah!", ujar suamiku.
"Yang paling kuharapkan adalah kau bisa lebih sering menemaniku."
Ternyata sia-sia semua pekerjaan yang saya lakukan, hasilnya benar-benar membuat saya terkejut. Kami meneruskan menikmati kebutuhan masing-masing, dan baru saya sadari ternyata dia juga telah banyak melakukan pekerjaan yang sia-sia, kami memiliki cara masing-masing bagaimana mencintai, namun, bukannya cara yang diinginkan pasangan kita.
JALAN KEBAHAGIAAN
Sejak itu, saya menderetkan sebuah daftar kebutuhan suami, dan meletakkanya di atas meja buku. Begitu juga dengan suamiku, dia juga menderetkan sebuah daftar kebutuhanku.
Puluhan kebutuhan yang panjang lebar dan jelas, seperti misalnya, waktu senggang menemani pihak kedua mendengar musik, saling memeluk kalau sempat, setiap pagi memberi sentuhan selamat jalan bila berangkat.
Beberapa hal cukup mudah dilaksanakan, tapi ada juga yang cukup sulit, misalnya dengarkan aku, jangan memberi komentar. Ini adalah kebutuhan suami. Kalau saya memberinya usul, dia bilang akan merasa dirinya akan tampak seperti orang bodoh. Menurutku, ini benar-benar masalah gengsi laki-laki.
Saya juga meniru suami tidak memberikan usul, kecuali dia bertanya pada saya, kalau tidak saya hanya boleh mendengar dengan serius, menurut sampai tuntas, demikian juga ketika salah jalan.
Bagi saya ini benar-benar sebuah jalan yang sulit dipelajari, namun, jauh lebih santai daripada mengepel, dan dalam kepuasan kebutuhan kami ini, perkawinan yang kami jalani juga kian hari semakin penuh daya hidup.
Saat saya lelah, saya memilih beberapa hal yang gampang dikerjakan, misalnya menyetel musik ringan, dan kalau lagi segar bugar merancang perjalanan keluar kota. Menariknya, pergi ke taman flora adalah hal bersama dan kebutuhan kami, setiap ada pertikaian, selalu pergi ke taman flora, dan selalu bisa menghibur gejolak hati masing-masing.
Sebenarnya, kami saling mengenal dan mencintai juga dikarenakan kesukaan kami pada taman flora, lalu bersama kita menapak ke tirai merah perkawinan, kembali ke taman bisa kembali ke dalam suasana hati yang saling mencintai bertahun-tahun silam.
Bertanya pada pasangan kita, "Apa yang kau inginkan?", kata-kata ini telah menghidupkan sebuah jalan kebahagiaan lain dalam perkawinan. Keduanya akhirnya melangkah ke jalan bahagia.
Kini, saya tahu kenapa perkawinan ayah ibu tidak bisa bahagia, MEREKA TERLALU BERSIKERAS MENGGUNAKAN CARA SENDIRI DALAM MENCINTAI PASANGANNYA, BUKAN MENCINTAI PASANGANNYA DENGAN CARA YANG DIINGINKAN PASANGAN KITA.
Diri sendiri lelahnya setengah mati, namun....., pihak kedua tidak dapat merasakannya, akhirnya ketika menghadapi penantian perkawinan, hati ini juga sudah kecewa dan hancur.
Karena Tuhan telah menciptakan perkawinan, maka menurut saya, SETIAP ORANG PANTAS DAN LAYAK MEMILIKI SEBUAH PERKAWINAN YANG BAHA
GIA, asalkan cara yang kita pakai itu tepat, menjadi orang yang dibutuhkan oleh pasangan kita! Bukannya memberi atas keinginan kita sendiri.....
Perkawinan yang baik, pasti dapat diharapkan.....
By: Reza Widyaprastha

Senin, 16 Mei 2016

Allaah Itu Dekat


Allaah berasa dekat dan sangat terasa kehadirannya dalam diri kita adalah pada saat lisan kita terus berdzikir menyebut asmaNya dalam suka atau duka.

Saat ibadah yaumiyah senantiasa lengket dihati kita agar segera ditunaikan dg khusyuk.

 Saat kita lebih mengutamakan akhirat dibanding duniawi kita.

Saat kita merasa dosa kita sangat menumpuk dan Allaah selalu menunjukkan dosa2 yang kita perbuat hingga kita tak tahu lagi dosa mana lagi yang mau dipinta untuk segera diampuni,

saat waktu sibuk kita masih diisi dg sabar dan sabar untuk segera menyelesaikan tugas2 kita dg baik.

 Saat amarah atau emosi bisa diredam dg memperbanyak diam dan istighfar.

Dan saat kita dapat menarik nafas dalam2 dengan selalu mensyukuri atas apa yang ada pada kita.

 Dan saat kita selalu berprasangka baik padaNya dan yakin akan kasih sayangNya.

#qoute

Minggu, 15 Mei 2016

Perjalanan Waktu

Sungguh ... aku gak bisa berkata apa apa. Melihat sesuatu yang aku amati. Harta itu titipan. Kaya itu juga titipan. Yang dulu gengsi dan nampak terhormat sekarang kok gitu? Gk ada lagi istilah gengsi gengsi an.


Hikmahnya mungkin adalah... dia memberi hikmah atas kesholehannya kepada orang yang gelap gulita kehidupannya menjadi terang benderang



sifat asli Sukar Hilang

Yap.. sifat asli itu sukar hilang!

Ceritanya, saya sudah menjauh dari orang yang saya merasa karakter buruknya itu mengganggu saya. Mending saya jauh dari dia daripada saya berdosa.


Saya ingat dahulu kala sekitar 10 tahun lalu saya meminta mangkoknya yang tak dipakai lagi. Bukan mangkok dia. Mangkok tempat dia bekerja yang memang tak dipakai lagi. Dia pernah bilang. Dan akan dijual atau diberikan ke yang butuh. Dahulu sudah saya sisihkan. Tapi malah diletakkan di gudang. Tapi sudahlah walau saya kecewa. Mangkok yang memang tak terpakai lagi.  Buat sekolah PAUD yang membutuhkan didekat rumah saya.  Waktu itu saya direpotkan dengan mengubek2 gudang yang berdebu. Sudah saya sisihkan yang lumayan  dan lmasih layak dipakai. EH.. Malahan saya dberi yang sudah berkarat dan gak layak pakai. Ya saya enggan untuk mengambilnya. Sebab tak layak pakai saya rasa. Dan masihbbanyak lagi hal tak berkenan. Tapi saya sudah lupakan. Tohbsaya juga sudah jauh darinya.

Kenyataannya.. bebrrapa hari lalu saya datang ke sebuah acara. Saya heran tikar kok bolong. Minjem dimana? Eh.. ternyata itu minjam dari orang yng dahulubpernah memberi saya barang tak layak pakai itu juga saya ngubek ngubek gudang yang penuh debu.

Setahu saya yang bersangkutan sudah membeli tikar yang banyak. Layak pakai. Kenapa tega memberikan yang bolong bolong?padahal hanya dipinjamkan 2 jjam saja.


MEMANG... sifat asli sulit hilang. Yang baik atau buruk. Saya senyum saja. Gak saya fikirin ah.. Toh bukan urusan saya. Lagian saya juga tak banyak berinteraksi dengan yang bersangkutan. Saya takut aja. Gak mau buat perkara. Kalau bisa dihindari ta dihindari.  Lagian sukur dikasih pinjam ya? Positif thinkingnya begitu saja.



Rabu, 04 Mei 2016

Soto Kudus

Saya suka masakan yang tak berlemak tapi gurih dan segar. Lihat resep soto berbagai daerah jadi pengen mencoba satu persatu resep di rumah.

Jadilah saya mencoba soto kudus. Resepnya mirip dengan soto medan. Bedanya aoto kudus gak pake daun bawang dan gak pake santan. Itu aja.

Bahan :
Ayam 1 ekor
ketumbar 3 sdm
jintan hitam 1 sdm
bawang merah  yang besar 8 siung
bawang putih yang besar 8 siung
kunyit 3cm
daun jeruk 1 lbr
sereh 3 batang di potong dan dikeprok
lengkuas
jahe dikeprok
tauge
cabe hijau 1 genggam ( direbus lalu digiling halus)
Seledri diiris iris
kemiri 4 butir sebagai penggurih
merica bubuk " ladaku" 2 bungkus.
Daun salam 6 lembar
garam secukupnya.
jeruk nipis
sohun mie halus direbus.
(Bawang goreng kalau ada)

Cara :
Kemiri dan jintan digongseng supaya harum. Laku diblender halus.
Campur dengan kemiri dan bawang lalu diblender halus. Tumis dengan minyak sayur dan masukkan garam,  sereh , daun salam dan lengkuas sampai harum. Masukkan ayam dan tumis supaya bumbu meresap ke ayam. Lalu jika  sudah matang pisahkan ayam. masukkan air secukupnya ke panci. Masak hingga mendidih.


ayam tadi digoreng hingga coklat kekuningan.

Siap disantap dengan nasi panas. Jangan lupa masukkan shoun dan peras jeruk nipis supaya sotonya berasa segar. Ditemani krupuk ubi jika suka. Atau emping.  Ayamnya disuwir suwir dan taburi diatas soto bersama toge yang sudah direbus. Beri cabe hijau yang sudah diulek.


#masakanku


Minggu, 01 Mei 2016

Alhamdulillaah Juara 2

Yap.. alhamdulillaah saya juara 2 lomba menulis lomba tingkat kecamatan.

Alhamdulillaah... jadi buat semangat untuk terus menulis dan mengirim tulisan. Sebab jurinya adalah orang yang selalu menulis kolom opini di salah satu surat kabar ternama di kota saya dan beberapa media cetak dan media elektronik lainnya.

Sabtu, 30 April 2016

Seorang Ibu Kepada Anaknya

Saat makan siang, seorang ibu dengan berselendang mendatangi ruang konsumsi di mana semua guru berkumpul makan bersama. Ibu itu mendatangi guru anaknya sambil marah marah sebab sudah 3 kali kacamata anaknya patah. Dan kali ini dia minta ganti ke  orangtua anaknya yang telah mematahkan kacamata itu.

Berbagai kata amarah dia sampaikan. Mengatakan mau mati saja menemui almarhum bapak anaknya yang baru saja meninggal saking tak tahan lagi dan menyuruh pulang anaknya dan tak usah ikut lomba. Sampai para ustadz membujuk sang ibu bahwa itu hal sepele. Namanya anak anak dimaklumi saja dan tetap diberi nasihat. Sang ibu mengatakan di rumah anaknya sering kena marah dengan dilibas dengan pemukul kasur yang terbuat dari rotan. Sang anak menangis sedih.


Guru sang anak membujuk dan berjanji akan membawa kacamata yang rusak ke toko kacamata. Dan akhirnya esok hari sang anak ikut lomba dang ibu mrnunggui hingga sore.

Namun sedihnya saaat diumumkan pemenang dan nama anaknya tak keluar serta merta sang ibu marah pada anak dan mengajak anaknya pulang.


Miris melihat anak yang tak dihargai seperti itu. Nampak rasa sedih di raut wajah sang anak. Dan dengan gontai dia mengikuti ibunya dari belakang.



Rabu, 27 April 2016

Mencoba Menulis Kembali

Saya sangat mencintai dunia menulis. Sebab saya merasa hidup. Dan menulis hal hal yang bisa membangkitkan semangat saya. Bukan menuliskan hal sedih. Saya ingin menulis kisah inspiratif dan hal hal yang menjadi motivasi dan berita positif bagi banyak orang. Buka  yang negatif.


Salah seorang teman memberikan info lomba ke saya. Dia percaya saya pasti suka. Lomba menulis.

Saya paksakan diri menulis artikel 3 halaman dengan merancangnya selama 3 hari. Itu juga tiap hari hanya saja. Lalu saya ganti lagi.

Hingga sudah melewati deadline saya selesaikan juga tulisan saya.

Parahnya saya pakai internet  ditempat kerja  namun saya lupa pasword kedua imel saya. Kedua imel saya lupa paswordnya!

Akhirnya saya telpon panitia agar masih diizinkan mengirim naskah tulisan berupa hardcopi. Bukan soft copi sebab saya lupa paswordnya.


Alhamdulillaah... sudah saya antar.walau sebenarnya masih perlu revisi tapi sudahlah. Saya saya melewati batas pengiriman. Rival saya dalam lomba adalah para penulis yang setiap pekan mengisi beberapa pengajian. Beda dengan saya yang gak pernah mengisi pengajian sejak 2 tahun ini. Dan organisasi yang mereka ikuti sehingga tentu menambah bahan tulisan mereka.


Ah tak mengapa... yang penting saya mencoba. Dan tulisan saya berbahasa EYD yang saya campur dengan gaya saya berbahasa. Sebab saya ingin memiliki tulisan yang memiliki ciri kekhasan saya. Artikel ringan dan sederhana agar gampang diterima orang ide dalam tulisan itu.

Sebab kita tak akan pernah tahu kekurangan kita dalam menulis , apakah tulisan saya berkenan atau tidak kalau tidak dibaca orang banyak dan disukai idenya.

Bismillah saja lah ya... menunggu tanggal 1 Mei. Apa pun hasilnya saya terima yang penting saya mencoba. Dan ini yang pertama  sebab yang lain selalu tak siap dan tak dikirim naskahnya dan mengendap di leptop saya.


Jumat, 15 April 2016

Bersama Fudhail dan Faruq

Lagi lagi... hari ini fudhail mengulah. Anak itu seperti kesurupan yang dibuat buat . Sontak saja teman temannya pada bertanya "Ada apa dengan Fudhail, Mi? "

Beberapa diantaranya mendekati Fudhail dan memukulnya. Bahkan semalam dua orang temannya Althaf dan Ezy membacakan surah al insyirah dan semua juz 30 hafalan mereka di kelas. Ada yang mengatakan dia gila. Maka Fudhail pun mengejar teman temannya dan memukul mereka, mencampakkan semua benda benda di kelas ke lantai. Jelas saja teman temannya marah.


Aku tak tahu harus bagaimana lagi. Anak itu tidak bisa dikasari atau dimarahi walau dia salah. Akhirnya kupeluk dia dan kuusap dadanya dan mengajaknya berdzikir mohon kesabaran pada Allaah dan ber istighfar. Aku dipukulnya. Dan tadi, kubisikkan kata bahwa aku memahaminya. Kuminta teman temannya agar tidak mendekatinya sebab dia sedang "bad mood". Teman temannya tak faham arti bad mood. Aku katakan perasaan yang sedang tak enak dan galau. Ku pangku dia sambil mengajar di depan kelas. Ini hal yang aneh. Seumur umur jado guru kok seperti mengajar anak TK. Dengan aku memeluknya dan mrmangkunya teman temannya terdiam.


Di hari yang samaa lagi lagi anak yang lain berulah. Faruq disenggol Nabil yag badannya besar. Sekuat tenaga Faruq hendak mencakar dan mrnggigit Nabil. Sangat kukhawatirkan hal itu terjadi. Terlebih Nabil yang punya tenaga lebih kuat dari Faruq. Tapi hari ini Nabil tak ingin mrmbalas. Anak itu aku suruh mrnjauh. Dan aku jatuh terduduk di lantai mrnimpa kaki Althaf yang ada di belakangku. Faruq memukuli kakiku karena dia marah aku menahan dia untuk tak menggigit dan mencakar Nabil. Aku berusaha sabar. Kupeluk dia dan kubisikkan bahwa mamanya di rumah pasti sedih jika anaknya bertengkar dengan teman. Dia malah merajuk dan bersandar di kakiku bahwa aku tak boleh ke mana mana. Dia marah padaku.


Jam mengajarku terbuang untuk menangani anak anak yang berprilaku aneh dengan gurunya. Aku juga lelah.  Setahuku di mana mana murid itu patuh dan taat pada guru. Bukan seperti itu kelakuannya. Sebab aku dahulu dnrgan guruku juga tak pernah brgitu. Bahkan di tempat mrngajar yang lama 10 tahun lamanya tak ada siswa yang berani memukul dan marah marah pada gurunya.


Aneh kurasa... apa aku tak becus jadi guru atau bagaimana ya..?



Aku jadi introspeksi diri. Salahnya di mana? Apa aku terlalu lembut mengajar atau terlalu keras mengajar atau terlalu kaku atau bagaimana? Anak anak itu juga sangat suka duduk dipangkuanku rhingga aku tak bisa bergerak. Merajuk atau ngambek padaku juga lebih sering.

Kenapa bisa begitu? siswaku di srkolah yang lama tak ada yang begitu. Cukup kusebut namanya 3 x maka siswa didikku yang dulu langsung duduk tertib di banhkunya masing masing.


Malahan 2 hari lalu Althaf mencakar pipi Ezy karena Ezy menampar wajah dan matanya hanya karena Althag mengganggu Dafa dan Ezy berteriak marah langsung menampar Althaf kuat kuat. Kunasihati kedua anak itu. Ibu mereka jelas marah saat tahu kondisi anaknya dengan menelponku saat aku baru sampai di rumah. Tolong lebih ektrak menjaga anak anak. Begitu pesannya. MasyaAllaah...


apa yang salah dengan kelasku yang sekarang?





Malam ini aku masih merenung. Apa yang salah dengan metodeku mengajar?  Sangat menguras energiku hingga bangun tidur masih berasa letih. Menghadapi Senin sampai Kamis adalah beban bagiku. Namun saat Jumat dan Sabtu tiba aku bahagia sebab akan mrnjumpainhati Minggu untuk berlibur.


Maafkan aku murid muridku jika hal ini kurasakan bukan tak sayang. Tapi aku gak sanggup....