Minggu, 14 Agustus 2016

Reuni Teman teman SMP

Maghrib tadi teman teman SMP ku datang ke rumah. Ada 4 orang. 2 oramg bawa anaknya masing masing yang berumur 4 tahun.

Karakter saat SMP masih kental berasa.  Yang dibicarakan itu teman teman yang dulu yang beberapa waktu lalu mereka berjumpa.

Salah seorang teman nyeletuk bahwa anaknya yang laki laki jauh darinya. Saya awalnya bingung. Tapi saya tak mau bertanya banyak. Ternyata dia baru saja bercerai. 2 bulan lalu. Tepatnya tanggal 1 Juni yang lalu. Suaminya seorang polisi yang narkoba suka berkata kasar dan bahkan mau melakukan KDRT. Ceritanya rumit. Tapi wajahnya nampak senyum saja. Walau matanya berkaca kaca. Dia menutupi kesedihan dengan tawa dan senyumnya yang manis.  Ya dia cantik. Ayu. Wajahnya ayu. Pernikahannya sudah 16 tahun dijalani akhirnya kandas. Dia bercerita seperti tanpa beban walau raut sedih terasa di matanya yang nampak berkaca kaca.


Teman yang lainnya ada yang sudah tamat SMA. Dia menikah saat masih duduk dibangku SMA.dan sekolahnya tidak selesai karena dia menikah duluan.  Tawa canda itu lepas begitu saja. Tak ingin bercerita tentang rumah tangga masing masing. Wajah mereka juga masih nampak muda. Tak nampak usia 36 atau 37 nya. Mungkin otang masih percaya mereka masih berusia 29 30 tahun. Tak mau ambil pusing dengan masalah rumah tangga. Dinikmati saja.

Mereka masing masing sudah berkeluarga. Herannya pulang malam begini apa tak dimarahi suami masing masing? Jam 21.30 baru beranjak dari rumahku. Jam berapa mereka sampai rumah ya? Aku ptibsdi ga berani keluyuran malam malam begitu.

Alasannya klise. Biarkan hari Minggu sebagai hari liburan mereka yang dari Senin hingga Sabtu selalu berkutat dengan pekerjaan rumah tangga. Gagang sapu panci dan kain pel. Begitu katanya.


Rumah mereka jauh. Berpencar. Dan salah satu diantaranya mengatakan rumah saya inilah yang paling jauh.

Begitulah roman berumahtangga. Kegagalan yang dialami orang lain bukan menjadi penghalang bagi yang sudah berumah tangga atau yang belum untuk tetap mengukir prestasi dihadapan Allaah untuk menciptakan sakinah ma waddah warahmah. Sebab membina rumahtangga adalah suatu impian untuk bisa membangun peradaban dan dapat bahagia dunia akhirat.

Terimakasih sudah berkunjung. Doaku selalu menyertai teman teman lamaku itu. Semoga bisa melalui hati dengan baik. Menjalani hari dengan nikmatnya berima  dan berIslam dalam rumahtangganya masing masing.

catatan malam dengan tugas kerjaan didepan  leptop
22.21



Tidak ada komentar:

Posting Komentar