Rabu, 15 Juni 2016

Barrier Itu Alhamdulillah Hilang Perlahan tapi Pasti

Saya banyak dosa sama Allaah atau bisa jadi Allaah uji keimanan saya dan orangtua saya.

Apa yang saya pinta pada Allaah dihadirkan di dalam hidup saya. Umpama saya mau nonton bioskop, tiket sudah di tangan tapi karena kendala saya gak jadi nonton. Tiket itu juga mahal. Betapa sulit saya memperolehnya tapi semua berlalu di hadapan saya. 

Saya ingin pergi ke suatu tempat. Semua sudah ada di hadapan saya. Kenderaan yang saya inginkan persis. Dan saya sudah dikonfirmasi. Tapi kenderaan itu ternyata dipakai oranglain. Kenderaan itu salah alamat. Yang ada adalah kenderaan yang bukan tujuan saya. sehingga saya harus menunggu lagi. 


Saya orang yang gampang stress. Dan ini sudah lama. Sudah menahun. Hingga kemarin ada hal yang buat saya stres habis. 

Saya dan keluarga di rumah gemar menolong. Gemar memberi.kami sekeluarga alhamdulillah gemar juga beribadah versi semampu kami. Kita kalau memberi berusahaa yang terbaik yang kita punya semampu kita. Tak oerhitungan karena kita yakin ada Allaah yang Maha Membalasa kebaikan hamba hambaNya.


Jadi ceritanya orangtua saya memiliki  hobi memberi makan orang lain yang kita anggap dia butuh.  Ternyata orang tersebut berfikiran lain dari kebaikan kita. Sehingga sampailah ke telinga kami. Saya stress . Asam lambung saya pernah kumat gara gara stres. Selera makan pun hilang. Sehingga saya berasa risih dnegan yang kita berbuat baik tadi.

Tapi kini saya fikir, ngapain saya risih . Akhirnya, saya datangi orangnya dan saya berikan makanan yang mrnajdi kebiasaan orangtua saya membutuhkannya. Ya.. nenek saya dirawat lagi di rumah sakit dan ibu saya menjaganya setiap hari di rumah sakit. Pergi dan pulang kerja dari rumah sakit. 

Saya orangnya kurang bisa berbasa basi. Saya orangnya to the point. Saya perhatikan orang yang oranagtua kami selalu berbuat baik padanya. Kasihan saya melihatnya. Sungguh berdosa saya. Tapi tetap saya mengatakan apa yang mengganjal di hati saya. Yang penting itikad berbuat baik kepada siapa pun selalu ada dalam diri. 

Saya yakin dia kaget dan malu. Tapi saya tak peduli. Cuma dia yang dengar. Saya tidak mau mempermalukan orang lain. 


Selepas itu saya mohon ampun pada Allaah jika  saya berkata apa yang mengganjal di hati saya. 


Jadi.. barrier itu sudah saya buang dari diri saya dan saya selalu beristighfar. Karena barrier itu sanagta mengganggu saya. 

Alhamdulillah sekarang sudah tidak ada lagi barier. 

.saya berfikir, saya yang jarang berbicara dengan yang gak perlu dan gak pernah berbasa basi kini saya keluarkan juga "gardam"saya. Jiwa gardam yang sudah tersimpan lama sejak saya tamat SMP. Lingkungan saya 20 tahun terakhir ini menbbuat saya terlalu lemah lembut dan penyabar. Saya orang sumatera. Asli. Bukan jawa. Saya orang Medan asli. Jadi perlu juga gardam sesekali untuk menghilangkan barier yang mrmbuat doa saya jadi terhalang dan membuat saya tertekan dengan perasaan saya.. sekarangs aya tak stress lagi. Yang penting saya sudah katakan apa yang ada di hati saya . Sehingga tak ada lagi yang berpenyakit hati.


Saya berdoa semoga Allaah sudi mengabulkan doa doa saya dan memberikan saya ketenangan hati dan ketenangan hidup. Kebahagiaan dunia dan akhirat. Aamiin yra.

#catatan romadhonku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar