Yap.. sifat asli itu sukar hilang!
Ceritanya, saya sudah menjauh dari orang yang saya merasa karakter buruknya itu mengganggu saya. Mending saya jauh dari dia daripada saya berdosa.
Saya ingat dahulu kala sekitar 10 tahun lalu saya meminta mangkoknya yang tak dipakai lagi. Bukan mangkok dia. Mangkok tempat dia bekerja yang memang tak dipakai lagi. Dia pernah bilang. Dan akan dijual atau diberikan ke yang butuh. Dahulu sudah saya sisihkan. Tapi malah diletakkan di gudang. Tapi sudahlah walau saya kecewa. Mangkok yang memang tak terpakai lagi. Buat sekolah PAUD yang membutuhkan didekat rumah saya. Waktu itu saya direpotkan dengan mengubek2 gudang yang berdebu. Sudah saya sisihkan yang lumayan dan lmasih layak dipakai. EH.. Malahan saya dberi yang sudah berkarat dan gak layak pakai. Ya saya enggan untuk mengambilnya. Sebab tak layak pakai saya rasa. Dan masihbbanyak lagi hal tak berkenan. Tapi saya sudah lupakan. Tohbsaya juga sudah jauh darinya.
Kenyataannya.. bebrrapa hari lalu saya datang ke sebuah acara. Saya heran tikar kok bolong. Minjem dimana? Eh.. ternyata itu minjam dari orang yng dahulubpernah memberi saya barang tak layak pakai itu juga saya ngubek ngubek gudang yang penuh debu.
Setahu saya yang bersangkutan sudah membeli tikar yang banyak. Layak pakai. Kenapa tega memberikan yang bolong bolong?padahal hanya dipinjamkan 2 jjam saja.
MEMANG... sifat asli sulit hilang. Yang baik atau buruk. Saya senyum saja. Gak saya fikirin ah.. Toh bukan urusan saya. Lagian saya juga tak banyak berinteraksi dengan yang bersangkutan. Saya takut aja. Gak mau buat perkara. Kalau bisa dihindari ta dihindari. Lagian sukur dikasih pinjam ya? Positif thinkingnya begitu saja.
Ceritanya, saya sudah menjauh dari orang yang saya merasa karakter buruknya itu mengganggu saya. Mending saya jauh dari dia daripada saya berdosa.
Saya ingat dahulu kala sekitar 10 tahun lalu saya meminta mangkoknya yang tak dipakai lagi. Bukan mangkok dia. Mangkok tempat dia bekerja yang memang tak dipakai lagi. Dia pernah bilang. Dan akan dijual atau diberikan ke yang butuh. Dahulu sudah saya sisihkan. Tapi malah diletakkan di gudang. Tapi sudahlah walau saya kecewa. Mangkok yang memang tak terpakai lagi. Buat sekolah PAUD yang membutuhkan didekat rumah saya. Waktu itu saya direpotkan dengan mengubek2 gudang yang berdebu. Sudah saya sisihkan yang lumayan dan lmasih layak dipakai. EH.. Malahan saya dberi yang sudah berkarat dan gak layak pakai. Ya saya enggan untuk mengambilnya. Sebab tak layak pakai saya rasa. Dan masihbbanyak lagi hal tak berkenan. Tapi saya sudah lupakan. Tohbsaya juga sudah jauh darinya.
Kenyataannya.. bebrrapa hari lalu saya datang ke sebuah acara. Saya heran tikar kok bolong. Minjem dimana? Eh.. ternyata itu minjam dari orang yng dahulubpernah memberi saya barang tak layak pakai itu juga saya ngubek ngubek gudang yang penuh debu.
Setahu saya yang bersangkutan sudah membeli tikar yang banyak. Layak pakai. Kenapa tega memberikan yang bolong bolong?padahal hanya dipinjamkan 2 jjam saja.
MEMANG... sifat asli sulit hilang. Yang baik atau buruk. Saya senyum saja. Gak saya fikirin ah.. Toh bukan urusan saya. Lagian saya juga tak banyak berinteraksi dengan yang bersangkutan. Saya takut aja. Gak mau buat perkara. Kalau bisa dihindari ta dihindari. Lagian sukur dikasih pinjam ya? Positif thinkingnya begitu saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar