Saya kagum jika ada suami yang saat dia marah atau tak suka sekali pun tapi tutur katanya jenaka tak melukai perasaan.
Saya baru menjenguk shahabat baik saya yang baru saja operasi. Namun saat saya datang dia selalu bertelepon hingga 20 menit lamanya. Saya duduk manis menunggunya selesai berbicara sampai sampai suaminya berkata bahwa semalam 15 menit sebelum dioperasi sahabat saya itu masih menyempatkan diri menelpon sana sini. Kebetulan sang istri salah satu kepala bagian BPJS di kota kami. Entah siapa saja yang ditelepon termasuk urusan kerjanya. Sampai sampai suaminya mengajak saya ngobrol tentang umroh saya yang tak jadi. Heran.. kok suaminya tahu? Padahal saya tak ada memberi tahu. Tapi begitulah suami istri selalu sharing tentang apa pun. Suaminya jg mengatakan bahwa jika hendak umroh carilah travel yang resmi. Jangana tergiur dengan harga murah.
suaminya mrngatakan bahwa sebenarnya gak dioperasi juga hak apa apa. Taki khawatir saja kalau nanti di bulan 8 atau 9 ada krndala saat mereka akan berhaji.
Lantas di situ anak anak mereka sedang makan. Anaknya yang paliang kecil berusia hampir 7 tahun. Wajahnya ganteng . Wajar ya.. sebab buyah dan uminya ganteng dan cantik. Tapi badannya gendutt dut dut. Saat anaknya makan, sang suami tak hendak memarahi anaknY. Hanya menasihati. Biasanya para orangtua marah jika anaknya kelwat banyak makan dan badannya overweight kan..?
"Insyaallaah si Faruq ini makan udah yang ke empat kalinya. Lehernya pun sampe gak nampak lagi. "
Anaknya malah mrnjawab "ya gak apa apa. Nanti badannya juga makin besar." Kata anaknya sambil mrnghabiskan semangkuk soto medan.
ya.. yang saya tahu memang keduanya selalu menggunakan bahasa santun sekali pun mereka mrah marahan. Jenaka bagi kita tpi cukup menohok.
Bagusan begitu ya... saya suka suasana begitu.
Saya baru menjenguk shahabat baik saya yang baru saja operasi. Namun saat saya datang dia selalu bertelepon hingga 20 menit lamanya. Saya duduk manis menunggunya selesai berbicara sampai sampai suaminya berkata bahwa semalam 15 menit sebelum dioperasi sahabat saya itu masih menyempatkan diri menelpon sana sini. Kebetulan sang istri salah satu kepala bagian BPJS di kota kami. Entah siapa saja yang ditelepon termasuk urusan kerjanya. Sampai sampai suaminya mengajak saya ngobrol tentang umroh saya yang tak jadi. Heran.. kok suaminya tahu? Padahal saya tak ada memberi tahu. Tapi begitulah suami istri selalu sharing tentang apa pun. Suaminya jg mengatakan bahwa jika hendak umroh carilah travel yang resmi. Jangana tergiur dengan harga murah.
suaminya mrngatakan bahwa sebenarnya gak dioperasi juga hak apa apa. Taki khawatir saja kalau nanti di bulan 8 atau 9 ada krndala saat mereka akan berhaji.
Lantas di situ anak anak mereka sedang makan. Anaknya yang paliang kecil berusia hampir 7 tahun. Wajahnya ganteng . Wajar ya.. sebab buyah dan uminya ganteng dan cantik. Tapi badannya gendutt dut dut. Saat anaknya makan, sang suami tak hendak memarahi anaknY. Hanya menasihati. Biasanya para orangtua marah jika anaknya kelwat banyak makan dan badannya overweight kan..?
"Insyaallaah si Faruq ini makan udah yang ke empat kalinya. Lehernya pun sampe gak nampak lagi. "
Anaknya malah mrnjawab "ya gak apa apa. Nanti badannya juga makin besar." Kata anaknya sambil mrnghabiskan semangkuk soto medan.
ya.. yang saya tahu memang keduanya selalu menggunakan bahasa santun sekali pun mereka mrah marahan. Jenaka bagi kita tpi cukup menohok.
Bagusan begitu ya... saya suka suasana begitu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar