Jumat, 15 April 2016

Bersama Fudhail dan Faruq

Lagi lagi... hari ini fudhail mengulah. Anak itu seperti kesurupan yang dibuat buat . Sontak saja teman temannya pada bertanya "Ada apa dengan Fudhail, Mi? "

Beberapa diantaranya mendekati Fudhail dan memukulnya. Bahkan semalam dua orang temannya Althaf dan Ezy membacakan surah al insyirah dan semua juz 30 hafalan mereka di kelas. Ada yang mengatakan dia gila. Maka Fudhail pun mengejar teman temannya dan memukul mereka, mencampakkan semua benda benda di kelas ke lantai. Jelas saja teman temannya marah.


Aku tak tahu harus bagaimana lagi. Anak itu tidak bisa dikasari atau dimarahi walau dia salah. Akhirnya kupeluk dia dan kuusap dadanya dan mengajaknya berdzikir mohon kesabaran pada Allaah dan ber istighfar. Aku dipukulnya. Dan tadi, kubisikkan kata bahwa aku memahaminya. Kuminta teman temannya agar tidak mendekatinya sebab dia sedang "bad mood". Teman temannya tak faham arti bad mood. Aku katakan perasaan yang sedang tak enak dan galau. Ku pangku dia sambil mengajar di depan kelas. Ini hal yang aneh. Seumur umur jado guru kok seperti mengajar anak TK. Dengan aku memeluknya dan mrmangkunya teman temannya terdiam.


Di hari yang samaa lagi lagi anak yang lain berulah. Faruq disenggol Nabil yag badannya besar. Sekuat tenaga Faruq hendak mencakar dan mrnggigit Nabil. Sangat kukhawatirkan hal itu terjadi. Terlebih Nabil yang punya tenaga lebih kuat dari Faruq. Tapi hari ini Nabil tak ingin mrmbalas. Anak itu aku suruh mrnjauh. Dan aku jatuh terduduk di lantai mrnimpa kaki Althaf yang ada di belakangku. Faruq memukuli kakiku karena dia marah aku menahan dia untuk tak menggigit dan mencakar Nabil. Aku berusaha sabar. Kupeluk dia dan kubisikkan bahwa mamanya di rumah pasti sedih jika anaknya bertengkar dengan teman. Dia malah merajuk dan bersandar di kakiku bahwa aku tak boleh ke mana mana. Dia marah padaku.


Jam mengajarku terbuang untuk menangani anak anak yang berprilaku aneh dengan gurunya. Aku juga lelah.  Setahuku di mana mana murid itu patuh dan taat pada guru. Bukan seperti itu kelakuannya. Sebab aku dahulu dnrgan guruku juga tak pernah brgitu. Bahkan di tempat mrngajar yang lama 10 tahun lamanya tak ada siswa yang berani memukul dan marah marah pada gurunya.


Aneh kurasa... apa aku tak becus jadi guru atau bagaimana ya..?



Aku jadi introspeksi diri. Salahnya di mana? Apa aku terlalu lembut mengajar atau terlalu keras mengajar atau terlalu kaku atau bagaimana? Anak anak itu juga sangat suka duduk dipangkuanku rhingga aku tak bisa bergerak. Merajuk atau ngambek padaku juga lebih sering.

Kenapa bisa begitu? siswaku di srkolah yang lama tak ada yang begitu. Cukup kusebut namanya 3 x maka siswa didikku yang dulu langsung duduk tertib di banhkunya masing masing.


Malahan 2 hari lalu Althaf mencakar pipi Ezy karena Ezy menampar wajah dan matanya hanya karena Althag mengganggu Dafa dan Ezy berteriak marah langsung menampar Althaf kuat kuat. Kunasihati kedua anak itu. Ibu mereka jelas marah saat tahu kondisi anaknya dengan menelponku saat aku baru sampai di rumah. Tolong lebih ektrak menjaga anak anak. Begitu pesannya. MasyaAllaah...


apa yang salah dengan kelasku yang sekarang?





Malam ini aku masih merenung. Apa yang salah dengan metodeku mengajar?  Sangat menguras energiku hingga bangun tidur masih berasa letih. Menghadapi Senin sampai Kamis adalah beban bagiku. Namun saat Jumat dan Sabtu tiba aku bahagia sebab akan mrnjumpainhati Minggu untuk berlibur.


Maafkan aku murid muridku jika hal ini kurasakan bukan tak sayang. Tapi aku gak sanggup.... 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar