Sabtu, 30 April 2016

Seorang Ibu Kepada Anaknya

Saat makan siang, seorang ibu dengan berselendang mendatangi ruang konsumsi di mana semua guru berkumpul makan bersama. Ibu itu mendatangi guru anaknya sambil marah marah sebab sudah 3 kali kacamata anaknya patah. Dan kali ini dia minta ganti ke  orangtua anaknya yang telah mematahkan kacamata itu.

Berbagai kata amarah dia sampaikan. Mengatakan mau mati saja menemui almarhum bapak anaknya yang baru saja meninggal saking tak tahan lagi dan menyuruh pulang anaknya dan tak usah ikut lomba. Sampai para ustadz membujuk sang ibu bahwa itu hal sepele. Namanya anak anak dimaklumi saja dan tetap diberi nasihat. Sang ibu mengatakan di rumah anaknya sering kena marah dengan dilibas dengan pemukul kasur yang terbuat dari rotan. Sang anak menangis sedih.


Guru sang anak membujuk dan berjanji akan membawa kacamata yang rusak ke toko kacamata. Dan akhirnya esok hari sang anak ikut lomba dang ibu mrnunggui hingga sore.

Namun sedihnya saaat diumumkan pemenang dan nama anaknya tak keluar serta merta sang ibu marah pada anak dan mengajak anaknya pulang.


Miris melihat anak yang tak dihargai seperti itu. Nampak rasa sedih di raut wajah sang anak. Dan dengan gontai dia mengikuti ibunya dari belakang.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar