Bahagia... tentu saja. Saat usia kehamilan semakin bertambah dan kesehatan juga alhamdulillaah. Walau saya ada plasenta previa. Tapi suami alhamdulillaah selalu siaga.
Duh... saya malu dengan xurhat saya yanga da diblog ini. Tapi dengan menulisnya saya jadi bisa inttoapeksi diri.
Saat ini saya kembali membangun pengertian ttg anak gadis saya bawaan suami. Saya harus memahami dia. Juga bapaknya. Gak boleh stress. Jadi Allaah selalu menjaga kami dan mememberkahi kami.
Apa ya yang mau ditulis?... yang pasti sabarlah. Ngerti lah. Semua ada masanya. Ada proses dalam hidup ini. Saya percaya Allaah akan selalu membimbing.
Semua kesulitan perlahan mulai bisa diatasi. Ya mutasi skerja suami, ya semua... disyukuri dan dinikmati saja.
karena bahagia atau enggaknya kita bergantung pada diri kita sendiri.
****
Ah.. apa ya.. yang pasti hati mulaibtenang. Mungkin amarah saya di blig adalah luapan emosi ibu hamil yang memang emosinya dan moodnya imbang sama keluhan selama hamil.
jadi kuncinya tenangkan hati. Semua bisa diatasi. Kuncinya syukur nikmat. Muhasabah diri. Jadi kita tenang.
Duh... saya malu dengan xurhat saya yanga da diblog ini. Tapi dengan menulisnya saya jadi bisa inttoapeksi diri.
Saat ini saya kembali membangun pengertian ttg anak gadis saya bawaan suami. Saya harus memahami dia. Juga bapaknya. Gak boleh stress. Jadi Allaah selalu menjaga kami dan mememberkahi kami.
Apa ya yang mau ditulis?... yang pasti sabarlah. Ngerti lah. Semua ada masanya. Ada proses dalam hidup ini. Saya percaya Allaah akan selalu membimbing.
Semua kesulitan perlahan mulai bisa diatasi. Ya mutasi skerja suami, ya semua... disyukuri dan dinikmati saja.
karena bahagia atau enggaknya kita bergantung pada diri kita sendiri.
****
Ah.. apa ya.. yang pasti hati mulaibtenang. Mungkin amarah saya di blig adalah luapan emosi ibu hamil yang memang emosinya dan moodnya imbang sama keluhan selama hamil.
jadi kuncinya tenangkan hati. Semua bisa diatasi. Kuncinya syukur nikmat. Muhasabah diri. Jadi kita tenang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar