Rabu, 26 Juli 2017

Menunggu Kelahiran si Buah hati

Hm... yang mana yang betul ya. Kata dokter Jelita aku lahiran akhir bulan Juli. Paling lama 2 Agustus. Jangan lewat! Ntar air ketuban keruh. Dan aku harus operasi karena faktor usia. Duh dokter
..  usiaku masih 37 tahun bulan juli dan agustus na Sementara kata dokter amustika aku lahiran akhir Agustus. Hiiiks. Periksa panggul tanggal 16 Agustus. Apakah bisa lahiran normal. Gak gak bisa panggulnya artinya aku harus operasi caesar tanggal 17 Agustus. Ini pas dengan perkiraan dokter Aswin. Dokter kandunganku di kampung. Ni aku sekarang di rumah orang tua. Insyaallaah mau lahir di kampung halaman sendiri. Dekat orangtua. Sementara suami dan anak jauh dirantau urang. Ntar kalo aku lahiran barulah suami ke sini. Sementara anak dititp dipondokan di sekolahnya.

Aku berharapnya bisa lahiran dengan normal. Bukan operasi. Biar lekas sembuh. Aamiin.


Oiya.. aku senang bisa dekat orangtua. Aku bisa ngobrol dengan teman lama di sini. Di kota kelahiranku aku merasa lebih maju dan banyak penverahan dibanding di kampung tempat tinggalku beserta suami. Tapi namanya ikut suami ya dinikmati saja.



Hm... kalau aku menelpon suami atau suami nelpon maka aku minta suami membacakan hafalan qurannya dan kudekatkan ke perut tepat bagian kepala janinku.  Kalau tadi kebetulan ayahnya lagi tilawah quran, jadi bacaan quran ayahnya kudekatkan ke perut. Maksudnya hp kudekatkan ke perut lalu kuelus perutku agar anak kami mendengarkan tilawah ayahnya. Reaksinya langsung bergerak gerak saata mendengar suara ayahnya membaca Al quran. Lalu tenang adwm ayem dalam perut sambil terus kuelus perutku agar dia mendengarkan bacaan quran itu. Biar anak kami mendengarkan hafalan quran ayahnya. Kami ingin anak kami ini menjadi anak sholeh,cerdas dan cinta Al quran. Aamiin.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar