Ya.. itulah pilihan yang harus dipilih menjelang kelahiran bayi saya. Memang udah jadwalnya lahiran skrg. Masalahnya semalam saya berobat kesokter dan di cek panggul. Panggulnya bisa. Tapi saya yang lemas duluan. Nyeri dan sakit. Kaki dan tangan saya lemas. Sampai di rumah saya nangis. Nangis ketakutan.
Sebenarnya memang begitulah saya. Nyali saya kecil! Padahal ingi melahirkan tanpa rasa sakit gimana caranya?
Harusnya saya bersukur. Plasenta previanyanag duku melekat pada diagnosis dokter ke saya waktu hamil 4 bulana harusnya bisa jadi perbandingan saat ini sebab sekarang alhamdulillaah sudah tidak ada lagi yang menghalangi jalan lahir alias gaka da laginplasenta previanya. Artinya saya sehat. Bayi sehat. Rahim saya masih kokoh. Saya punya peluang untuk melahirkan secara normal seperti doa saya. Tapi... saya udah lemas duluan nih saat semalam cek panggul.
Saya diskusi dengan sahabat saya yang menikah diusia matang dan operasi. Dia katakan saya harus semangat. Dan harus bersyukur Allaah neri kepercayaan pada saya untuk hamil dan melahirkan. Amanah akan bertambah lagi dengan membesarkan anak yang kita kandung agara menjadi pejuang tangguh.
Lihat perempuan palestina. Melahirkan anak2 kembar dana hanya dibantu suaminya sendiri. Bukan dokter. Dokter hanya memebri petunjuk tertulis.
Waduh.. ngilu. Tapi salut.
Sekarang menentukan sikap mau lahiran normal atau operasi?
Ya Allaah beri laha hambaanj petunjuk. Agar bisa melahirka dengana lancar dan normal
37 38 week usia kehamilan#
Sebenarnya memang begitulah saya. Nyali saya kecil! Padahal ingi melahirkan tanpa rasa sakit gimana caranya?
Harusnya saya bersukur. Plasenta previanyanag duku melekat pada diagnosis dokter ke saya waktu hamil 4 bulana harusnya bisa jadi perbandingan saat ini sebab sekarang alhamdulillaah sudah tidak ada lagi yang menghalangi jalan lahir alias gaka da laginplasenta previanya. Artinya saya sehat. Bayi sehat. Rahim saya masih kokoh. Saya punya peluang untuk melahirkan secara normal seperti doa saya. Tapi... saya udah lemas duluan nih saat semalam cek panggul.
Saya diskusi dengan sahabat saya yang menikah diusia matang dan operasi. Dia katakan saya harus semangat. Dan harus bersyukur Allaah neri kepercayaan pada saya untuk hamil dan melahirkan. Amanah akan bertambah lagi dengan membesarkan anak yang kita kandung agara menjadi pejuang tangguh.
Lihat perempuan palestina. Melahirkan anak2 kembar dana hanya dibantu suaminya sendiri. Bukan dokter. Dokter hanya memebri petunjuk tertulis.
Waduh.. ngilu. Tapi salut.
Sekarang menentukan sikap mau lahiran normal atau operasi?
Ya Allaah beri laha hambaanj petunjuk. Agar bisa melahirka dengana lancar dan normal
37 38 week usia kehamilan#
Tidak ada komentar:
Posting Komentar